Selamat

Kamis, 18 Agustus 2022

OPINI | Validnews.id

OPINI

29 Juli 2022

18:50 WIB

Praktis Dengan Rumah Minimalis

Desain minimalis mengacu pada cara hidup praktis di mana tidak ada tempat untuk hal-hal ekstra di luar keperluan.

Penulis: Gisantia Bestari,

Editor: Faisal Rachman

Praktis Dengan Rumah Minimalis
Suasana pembangunan sebuah perumahan di Cibiru Wetan, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/7/2022). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Era digital yang berkembang pesat, terbukti banyak memudahkan hidup manusia. Dengan adanya internet dan berbagai konten di dalamnya, kita bisa menemukan informasi apa saja yang kita butuhkan. Mulai dari cara memasak makanan tertentu, mencari tahu ulasan produk sebelum membelinya, tutorial memainkan alat musik, hingga langkah-langkah mengecat dinding, bisa kita eksplor hanya dengan satu layar gawai. 

Tak terkecuali di antaranya, mencari inspirasi desain rumah minimalis. Dengan munculnya media sosial terutama Instagram, rasanya tak sulit mencari inspirasi untuk mendesain, menata, dan mendekor rumah minimalis. Ya, desain minimalis dengan beragam gaya turuannya memang tengah jadi tren desain rumah saat ini. 

Sudah banyak akun Instagram yang khusus membagikan inspirasi rumah minimalis. Sebut saja salah satu akun yang populer, yaitu @biasalahanakmuda yang telah memiliki lebih dari 300.000 pengikut di Instagram. Akunnya kerap membahas tips-tips menata rumah minimalis yang bisa diterapkan orang-orang muda. Tak hanya itu, @biasalahanakmuda juga rutin mengulas rumah-rumah selebriti dengan cara yang lucu, nyeleneh, dan menghibur warganet.

Rumah minimalis yang simpel namun estetik, banyak digemari anak muda terutama generasi milenial. Pada Agustus 2021 lalu, Bank Negara Indonesia (BNI) mengungkapkan data permintaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dari generasi milenial, didominasi oleh mereka yang berminat pada rumah minimalis. 

Pada rumah minimalis, rumah dibangun dan ditata dengan mengedepankan fungsi dan kebutuhan, serta mengesampingkan ornamen yang tidak fungsional. Hanya dalam satu ruangan rumah, penghuninya dapat melakukan beragam kegiatan. Para pengembang properti pun berupaya memenuhi gaya hidup tersebut dengan menghadirkan rumah bergaya minimalis di lokasi dan akses yang terjangkau. 

Mengapa rumah minimalis menjadi pilihan milenial, dan bagaimana cara menata rumah minimalis?

Generasi Serba Praktis
Terlepas dari negara mana mereka berasal, generasi milenial cenderung menyenangi gaya rumah minimalis. Selain karena pilihan gaya hidup, ternyata hal ini juga dipengaruhi oleh situasi dan keadaan. Sejumlah penelitian yang dihimpun Livspace, perusahaan desain interior yang beroperasi di Singapura dan India mengungkapkan, para milenial memiliki penghasilan 20% lebih rendah dari orang tua mereka. Alhasil, rumah minimalis menjadi satu-satunya pilihan ideal bagi mereka. 

Di samping itu, generasi milenial yang identik dengan segudang aktivitas, membuat mereka kesulitan meluangkan waktu untuk membereskan rumah. Keadaan ini membuat mereka menginginkan interior rumah dengan pemeliharaan yang sepraktis mungkin.

Baca Juga: Survei Visi: Pekerja Minati Rumah Di Luar Jakarta

Hal lain yang memengaruhi juga, milenial adalah generasi pertama yang menikmati manfaat holistik teknologi. Dunia kini tidak lagi bersekat. Kafe bisa menjadi kantor, dan hotel bisa menjadi tempat tinggal. gaya hidup yang demikian, membuat para milenial tidak ingin menimbun banyak barang-barang di rumah.

Dapat dikatakan, desain minimalis mengacu pada cara hidup praktis, di mana tidak ada tempat untuk hal-hal ekstra di luar keperluan. Tujuan minimalisme adalah kembali kepada akarnya dan melepaskan diri dari gaya hidup berlebihan.

Lalu, bagaimana mengenali rumah minimalis? Ada beberapa poin panduan. Pertama, pilihan warna didominasi warna netral dan biasanya monokrom. Kemudian, adanya ruang terbuka, lapang, yang hanya diisi oleh kebutuhan pokok. 

Lalu, rumah minimalis juga menonjolkan kesederhanaan yang hanya berfokus pada fungsionalitas. Terakhir adalah adanya titik fokus, yakni satu bagian rumah yang berwarna lebih mencolok daripada bagian lainnya. Hal ini bertujuan mencegah rumah minimalis tampak hambar dan menjenuhkan. 

Ada cara mudah dalam menyeleksi benda-benda di rumah. Jika benda tersebut tidak pernah digunakan lagi dalam 90 hari terakhir, dan juga tidak akan digunakan dalam 90 hari ke depan, maka benda tersebut dapat dikeluarkan dari rumah. Jadi, hanya benda yang masih digunakanlah yang dipertahankan di dalam rumah. 

Hindari Kesalahan
Meski tampaknya mudah, kita bisa saja melakukan kesalahan ketika menata rumah minimalis. SItus House Digest pada artikelnya bulan September 2021 menjabarkan sejumlah kesalahan umum pada penataan rumah minimalis. Di antaranya, terlalu terbuai dengan bentuk furnitur tanpa mementingkan kenyamanan. Meski kita ingin perabot rumah sedap dipandang mata, jika kita tidak betul-betul memperoleh kenyamanan darinya, maka uang yang kita keluarkan bakal terasa percuma. 

Kesalahan lainnya, membeli perabot tanpa mengukur luas ruangan tempat perabot tersebut akan diletakkan. Seindah apapun perabot yang dibeli, jika ukurannya tidak sesuai dengan besar ruangan, maka hasilnya tak akan memuaskan. Padahal, dengan mengukur ruangan terlebih dahulu, kita bisa lebih mudah menyeleksi perabot yang akan dibeli dan mengeliminasi yang ukurannya tidak sesuai. 

Selanjutnya, membeli satu set perabot yang seragam, baik itu untuk ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, atau lainnya. Pembelian satu set perabot ini biasanya dilandasi pemikiran, semua barang itu telah dirancang untuk diletakkan bersama dan berdampingan. Jadi akan tampak bagus di rumah.

Bukannya tidak boleh, hanya saja lelaku demikian justru lebih mudah menimbulkan kebosanan. Kita akan kekurangan variasi dalam warna, tekstur, dan material. 

Memang, kita ingin setiap bagian rumah cocok dan selaras satu sama lain. Namun, ada baiknya kita meluangkan lebih banyak waktu untuk mencari barang yang benar-benar kita sukai. Barang-barang yang mampu mengekspresikan kepribadian kita, sekaligus tetap cocok diletakkan bersama barang lainnya.

Tentu, butuh usaha lebih keras. Tapi, yakinlah, hasilnya akan jauh lebih hidup ketimbang ruangan dengan perabot-perabot yang serupa.  

Last but not least, saat menata rumah minimalis, jangan lupakan konsistensi. Perabot rumah bukanlah sesuatu yang dibeli terus-menerus, melainkan digunakan dalam jangka panjang. Jika tidak konsisten sedari awal dengan gaya rumah yang telah dipilih, maka kita hanya akan disibukkan dengan pekerjaan menggonta-ganti perabot. 

Kembali lagi, media sosial membuat kita mudah mencari inspirasi penataan rumah minimalis. Namun, banyaknya pilihan inspirasi, justru bisa menjadi bumerang yang menyerang balik. Jika pendirian tidak teguh, kita jadi gampang tergoda mengubah-ubah desain dan furnitur karena tergiur melihat inspirasi lain di internet. 

Perubahan desain rumah pun bisa tiada habisnya, karena kita tidak kunjung puas. Ujungnya, bukannya bergaya minimalis yang didapat, malah isi dompet semakin menipis.


Referensi:
Antaranews. (2021). https://banten.antaranews.com/berita/182778/milenial-suka-rumah-bergaya-minimalis diakses 29 Juli 2022
House Digest (2021). Common Mistakes People Make When Picking Furniture For Their Home https://www.housedigest.com/593114/common-mistakes-people-make-when-picking-furniture-for-their-home/ diakses 29 Juli 2022
Livspace. (2021). Why 30-Something-year-olds are Going Minimal: The One Style That’s Always in Demand! https://www.livspace.com/in/magazine/decor-secrets-minimalist-house diakses 29 Juli 2022




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Smart Supply-Demand Kuatkan Pertumbuhan Industri Logam

Marvel Rilis Serial "She-Hulk: Attorney at Law" Hari Ini

Gerindra: Pidato Ketua MPR Soal PPHN Sesuai Rapat Gabungan

Program Makmur Tingkatkan Produktivitas Tebu Petani

iPhone 14 Akan Dikenalkan Bulan September

BMKG Ingatkan Gelombang Sangat Tinggi Selatan Jawa

IHSG Kamis Berpotensi Melemah

Baru Bebas, KPK Tangkap Eks Wali Kota Cimahi