Selamat

Kamis, 18 Agustus 2022

OPINI | Validnews.id

OPINI

11 Maret 2022

15:23 WIB

Musik dan Memori yang Menggelitik

Musik membangunkan emosi-emosi yang menyeret kembali berbagai memori dalam kehidupan manusia.

Penulis: Gisantia Bestari,

Editor: Faisal Rachman

Musik dan Memori yang Menggelitik
Musik dan memori memiliki ikatan yang kuat. dok.Shutterstock

Tanggal 3 Maret 2022, penyanyi Tulus memperkenalkan 10 lagu dari album barunya yang bertajuk Manusia ke kanal YouTube. Lima hari kemudian, salah satu video lirik lagunya dari album tersebut, berjudul “Hati-Hati di Jalan”, menempati posisi #1 on trending for music di YouTube Indonesia.

Tercatat, video lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” meraih jumlah tayangan hingga 3,5 juta-an dengan total 9,307 komentar per 8 Maret pukul 14.15 WIB. 

“Hati-Hati di Jalan”, bercerita tentang pupusnya harapan untuk bisa bersama dengan orang yang disayangi. Lirik lagu tersebut, terasa dekat dengan banyak orang.

Tak heran, lagu ini mengundang banyak reaksi netizen yang tiba-tiba bernostalgia ke masa lalu yang pahit. 

Di kolom komentar, sejumlah orang seolah berlomba-lomba menceritakan kenangan menyedihkan yang bangkit kembali karena mendengarkan lagu Tulus. Mereka bak adu sengsara dalam berkomentar.

Ya, musik memang punya kekuatan magis seperti itu, dan Hari Musik Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Maret, mengingatkan kita kembali betapa musik telah menjadi bagian dalam keseharian kita. 

Musik bisa menjadi teman saat kita sedang naik kendaraan umum, menyetir mobil, mengerjakan tugas, hingga menjadi penghibur di kala jenuh menunggu.

Menariknya, musik tidak hanya menjadi seni yang menghibur, namun juga menyehatkan. 

Pada Desember 2020, Northshore University Healthsystem menjabarkan sejumlah manfaat musik bagi kesehatan manusia. Di antaranya, aliran darah menjadi lebih lancar jika musik dimainkan. Musik juga dapat meningkatkan kadar serotonin dan endorfin di dalam darah, serta mengurangi stres.

Namun, sejumlah “curhat colongan” warganet saat mendengarkan lagu baru Tulus juga membuktikan, musik mampu membangkitkan memori seseorang akan kejadian di masa lampau yang pernah dialaminya.

Bagai mesin waktu, lagu bisa menggiring ingatan akan pengalaman pahit dan manis. Mengapa demikian?

Musik, Emosi, dan Peristiwa
Shahram Heshmat, profesor emeritus spesialis ekonomi kesehatan di University of Illinois di Springfield, dalam artikelnya pada September 2021 lalu menyebut, musik dan memori memiliki hubungan yang kuat.

Musik membangunkan emosi-emosi yang menyeret kembali berbagai memori dalam kehidupan manusia. Kita dapat merasakan segalanya, seolah kita masih berada di peristiwa tersebut. 

Asal tahu saja, memori jangka panjang kita terbagi dalam dua tipe yang berbeda. Pertama, adalah memori eksplisit di mana kita secara sadar dan sengaja, kita mengingat masa lampau. Memori eksplisit dapat memudar jika kita lama tidak membangkitkannya lagi. Penyakit Alzheimer pun bisa merusak sistem memori ini.  

Tipe memori yang kedua adalah memori implisit. Memori ini adalah memori otomatis manusia. Shahram memberikan contoh, saat kita bisa ingat sebuah lagu, ketika seseorang baru menyanyikan bait pertama lagu tersebut. 

Sebagian besar ingatan ini berlangsung di alam bawah sadar kita. Tak seperti memori eksplisit yang dapat memudar, memori implisit lebih bertahan lama dan mungkin seumur hidup meskipun kita tidak melatih ingatan itu lagi.

Memori implisit menghubungkan emosi, lagu, dan peristiwa.

Ketiganya terikat bersama di dalam pre-frontal cortex, salah satu bagian otak manusia yang berperan dalam ingatan dan emosi. Lagu yang disandingkan dengan suatu peristiwa emosional merupakan perpaduan yang efektif dalam membawa kembali apa yang orang rasakan di momen tersebut.   

Ingatan yang distimulasi oleh musik, kerap kali datangnya dari masa-masa tertentu di hidup kita. Mayoritas orang cenderung lebih mengingat memori yang terjadi saat mereka berusia 10-30 tahun, yang oleh para psikolog disebut dengan reminiscence bump.

Musik dari periode usia ini, dapat terasosiasi dengan lebih banyak memori lainnya, ketimbang musik dari periode usia berbeda dalam hidup kita. 

Menghilangkan Kenangan Negatif
Jika sebuah karya lagu membawa kembali momen positif dalam hidup kita, tentu itu adalah hal yang baik dan menyenangkan. Apalagi, musik dapat menjadi terapi penyakit Alzheimer agar terkoneksi kembali dengan memori indah yang sulit diingat. Namun, bila memori yang muncul adalah memori yang negatif, kita bisa jadi merasa tersiksa. 

Lalu, bagaimana caranya agar kita berhenti mengaitkan suatu lagu dengan kenangan dan emosi negatif?

Solusinya, sesimpel kita tidak usah mendengarkan lagu tersebut. Selain menghindarkan kita dari nostalgia, kita juga punya kesempatan untuk mendengarkan lagu-lagu lainnya yang mungkin belum pernah kita dengarkan sebelumnya. Preferensi musik kita pun jadi bertambah.

Langkah lainnya, kita bisa mengganti emosi negatif menjadi emosi positif saat mendengarkan lagu yang terkait dengan kenangan pahit. Jika dirasa tetap menyiksa, kita mungkin butuh menemui profesional. 

Apapun ingatan masa lalu yang terbayang di kepala, seyogyanya kita mampu menerima itu dengan berlapang dada. Terpenting, kita tidak terlarut terlalu jauh di dalamnya. Apalagi, masa yang sudah lewat adalah masa yang tidak bisa kita ubah dan kendalikan lagi. 

Seperti halnya rasa senang, rasa sedih pun hanya sementara dan bisa berganti. Satu hal lagi agar kita bisa berdamai dengan kenangan pahit yang sulit dihilangkan, kecuali kita amnesia, adalah menertawakannya, menganggapnya sebagai sesuatu yang konyol atau bahkan mengambil hikmah positif dari kejadian tersebut. Percayalah, sepahit apapun, pengalaman adalah pelajaran berharga yang memperkaya hidup kita. 

Seperti kata Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart, "Daripada patah hati, lebih baik dijogeti!" 

Referensi:
ABC. (2020). Music, memory and emotion are interwoven. Here's why a song can spark a vivid recollection https://www.abc.net.au/news/2020-06-27/music-memory-song-that-takes-you-back-to-a-moment-in-time/12391160 diakses 9 Maret 2022

NorthShore University HealthSystem. (2020). 9 Health Benefits of Music https://www.northshore.org/healthy-you/9-health-benefits-of-music/ diakses 9 Maret 2022

Psychology Today. (2021). Why Does Music Evoke Memories? https://www.psychologytoday.com/us/blog/science-choice/202109/why-does-music-evoke-memories#:~:text=It%20doesn't%20simply%20come,a%20deeply%20nostalgic%20emotional%20experience diakses 9 Maret 2022




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER