Selamat

Kamis, 18 Agustus 2022

OPINI | Validnews.id

OPINI

02 Maret 2022

17:53 WIB

Menua Bukan Berarti Tak Berdaya

Meskipun orang selalu menginginkan umur yang panjang, tidak semua orang siap menjadi lanjut usia

Penulis: Gisantia Bestari,

Editor: Dr. Nugroho Pratomo

Menua Bukan Berarti Tak Berdaya
Lansia dengan kesibukan yang bermakna dapat mencegah potensi ketidakbahagiaan di hari tua (ANTARA/ Ujang Zaelani)

“Selamat ulang tahun, semoga panjang umur!”

Kalimat di atas tentu tidak asing di telinga kita apabila ada kerabat atau, bahkan kita sendiri, yang berulang tahun. Saat usia bertambah, harapan dan doa agar panjang umur dari orang-orang tersayang memang biasanya bermunculan.
 
Kebanyakan manusia terus berharap bisa selalu dipanjangkan umurnya. Setiap hari kelahiran tiba, kita acap kali berdoa agar dapat dipertemukan lagi dengan hari kelahiran di tahun berikutnya. 

Uniknya, meskipun orang selalu menginginkan umur yang panjang, tidak semua orang siap menjadi lanjut usia (lansia).
 
Lansia yang sakit-sakitan, tidak bisa produktif, dan tidak bisa berperan aktif dalam kehidupannya, nyatanya tak jarang kita temukan.

Daya tahan tubuh yang menurun dan memori yang mulai tergerus seiring bertambahnya usia, memang membuat lansia kerap tak berdaya menghadapi masa tua. 

Adanya pandemi pun membuat lansia semakin rentan kesehatannya. Data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pertengahan tahun 2021 lalu menyebut, warga berusia 60 tahun ke atas menempati 49,4% dari kasus kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2 di Tanah Air.

Kasus kematian ini lebih tinggi ketimbang kelompok umur 46-59 tahun (35,5%) dan kelompok umur 31-45 tahun (11,2%).
 
Tahun 2020, data yang disampaikan Kalbe Nutritionals menyebutkan, 24 dari 100 orang lansia di Indonesia jatuh sakit setiap bulannya.

Proporsi lansia jatuh sakit setiap bulannya ini terbilang besar, yakni 6,2 juta-an jiwa dari total warga lansia sejumlah 26 juta jiwa, merujuk data Kementerian Kesehatan.

Jadi, buat apa meminta umur panjang, jika semasa muda, kita tak bersiap menjadi tua? Ingat, sukses bukan hanya untuk kamu muda, namun juga kaum tua.

Lalu, seperti apa sukses versi lansia?
 
Sehat dan Optimal
Jika diberi kesempatan panjang umur, maka seseorang akan sampai pada level hidup di mana ia perlu beradaptasi dengan masa pensiun yang mengurangi pendapatannya. Belum lagi, harus menghadapi ditinggalkan pasangan yang lebih dulu meninggal dunia.

Tanpa persiapan mental yang cukup, semua itu biasanya jadi pukulan yang cukup berat buat seorang lansia. Alih-alih bahagia di masa tua, seorang lansia mungkin saja merasa tak lagi berguna dan kecewa pada diri sendiri karena ketidakberdayaan dirinya.

Stigma lemah, tak berdaya atau bahkan tak berguna, memang tak bisa dihindari. Namun, sebenarnya hal yang demikian tidak harus dialami oleh lansia.

Menjalani hari tua dengan optimal, bugar, dan mandiri, bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Kondisi ini dikenal dengan sebutan successful aging.
 
Successful aging adalah keadaan yang tidak timpang antara aspek emosi, psikologis, fisik, sosial, budaya, lingkungan, dan spiritual.

Lansia yang sukses adalah dia yang memiliki tubuh yang sehat, kondisi keuangan cukup, sanggup terlibat dengan orang-orang di sekitarnya, dan dapat melakukan aktivitasnya secara mandiri. 

Setidaknya, ada tiga komponen yang harus dikombinasikan apabila lansia ingin meraih successful aging.

Pertama, memperkecil probabilitas terkena bermacam-macam penyakit dan disabilitas yang berkaitan dengan penyakit itu. Kedua, berfungsinya fisik dan kognitif dengan sangat baik. Terakhir, keterlibatannya dengan kehidupan.
 
Namun, tak bisa dimungkiri, kebahagiaan juga berhubungan erat dengan successful aging. Perasaan bahagia ini, salah satunya, dipengaruhi oleh bagaimana pencapaian lansia semasa mudanya.

Pencapaian hidup yang berbeda-beda antara satu lansia dengan lansia lainnya, bisa dibilang mempengaruhi juga level kesejahteraan psikologis di antara mereka.
 
Jika seseorang di masa mudanya telah meraih kondisi yang bisa dibilang ideal dan sesuai dengan standar di masyarakat, maka ia lebih mudah untuk mencapai kebahagiaan di masa lansianya.
 
Sementara itu, mereka yang tidak puas akan pencapaian masa mudanya, cenderung sulit untuk merasa bahagia di hari tua. Mereka kecewa dengan kenyataan belum tercapainya sejumlah impian. 

Kemampuan Menerima Diri
Padahal, seseorang harusnya menyadari, tak semua orang bisa mewujudkan impian-impiannya. Ada orang yang mampu menggapai cita-citanya, ada pula orang yang kerap mengalami kegagalan meskipun telah berulang kali berusaha.

Jika kita tidak puas dengan masa muda kita, maka rentetan kekecewaanlah yang akan kita tuai. Karena itulah, hal yang tidak kalah pentingnya memasuki masa lansia adalah penerimaan diri.

Penerimaan diri dilakukan terhadap dua hal, yakni terhadap segala pengalaman yang sudah dilalui di masa muda dan terhadap keadaan yang sekarang yaitu masa lansia.
 
Penerimaan diri adalah penanda utama akan kesehatan mental seseorang. Penerimaan diri juga merupakan karakter yang penting dalam mengaktualisasikan diri.

Kesanggupan lansia dalam menerima diri apa adanya dan berdamai dengan diri sendiri, jadi kunci lansia bisa hidup sejahtera tanpa kecewa.
 
Kebahagiaan di masa lansia juga dapat diraih lewat cara memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin, dengan melakukan aktivitas yang memberi makna.

Bahkan, seorang lansia seyogyanya bisa mengerjakan apa yang dulu tak bisa dilakukannya karena habis dipakai bekerja. Masa lalunya, bisa ia gunakan sebagai pengalaman yang memperkaya diri untuk menjalani aktivitas yang berguna.
 
So, jika saat ini kita memiliki orang tua, nenek, kakek, oma, atau opa yang masih menjalani masa lansia dengan sukacita, sebetulnya itu adalah sebuah pencapaian yang patut dirayakan setiap harinya. Apalagi, successful aging tak banyak bisa dirasakan semua orang yang menua.

Referensi:
Antara. (2021). Ikhtiar melindungi warga lanjut usia dari risiko penyakit https://www.antaranews.com/berita/2184050/ikhtiar-melindungi-warga-lanjut-usia-dari-risiko-penyakit diakses 1 Maret 2022
Rahmawati, Funi & Satih Saidiyah. (2016). MAKNA SUKSES DI MASA LANJUT. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Program Makmur Tingkatkan Produktivitas Tebu Petani

iPhone 14 Akan Dikenalkan Bulan September

BMKG Ingatkan Gelombang Sangat Tinggi Selatan Jawa

IHSG Kamis Berpotensi Melemah

Baru Bebas, KPK Tangkap Eks Wali Kota Cimahi

Aktivitas Seru Memaknai Kemerdekaan Di Bulan Agustus

Ulama Berperan Penting Cegah Kekerasan Di Pesantren

Usung Tiga Inovasi, Uang Kertas Emisi 2022 Sulit Dipalsukan