Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

13 April 2021|11:35 WIB

Teten: Perlu Keterlibatan KUMKM Dalam Industri Otomotif

Pemangku kepentingan terkait diajak duduk bersama Kemenkop UKM untuk merumuskan model bisnis baru industri otomotif dengan keterlibatan KUMKM
ImageSejumlah buruh pabrik mobil milik PT Honda Prospect Motor tetap bekerja di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani

JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengajak para pelaku KUMKM, khususnya pemasok suku cadang kendaraan di Tanah Air untuk menyusun model bisnis pada industri otomotif.

Pasalnya, Teten Masduki meyakini ke depannya perlu dikembangkan model bisnis industri otomotif dengan keterlibatan koperasi dan UMKM, termasuk mendukung terbentuknya iklim dan ekosistem di dalamnya.

Teten menambahkan, keterlibatan dan peran dunia usaha sangat diperlukan untuk memberikan masukan kepada pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan-kebijakan strategis, dalam hal ini membangun model bisnis industri otomotif dengan keterlibatan KUMKM.

"Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait bisa duduk bersama untuk mendesain model bisnisnya. Kita juga akan melibatkan K/L, termasuk Kemenperin dalam working group ini," imbuh Menkop dalam keterangan di Jakarta, Selasa (13/4).

Dorongan keterlibatan KUMKM pada industri otomotif itu, ucap Teten, tak lepas dari realita ekosistem industri tersebut yang demand-nya cukup besar, yakni mencapai angka Rp400 triliun.

Keterlibatan koperasi dalam produksi komponen otomotif sendiri sebelumnya sudah diterapkan oleh PT. Rekadaya Multi Adiprima, seperti menggunakan bahan baku lokal, serat dan limbah. Menkop Teten Masduki pun melayangkan apresiasi bagi PT. RMA yang sudah menjadi plasma KUMKM produsen komponen otomotif.

"Dengan begitu, akan menjadi upaya menghimpun dan mewadahi masukan dari para pelaku usaha, termasuk UMKM bidang otomotif," ungkapnya.

Menjawab hal itu, Presiden Direktur PT. Rekadaya Multi Adiprima Farri Aditya menyebutkan pihaknya sudah menjadi mitra dari Kemenkop UKM dalam hal menampung bahan baku, salah satunya serat kelapa dari petani lokal untuk penguatan ekonomi masyarakat kecil.

Farri menambahkan, selama ini ada banyak peluang yang bisa dikembangkan dalam rangka menjalin kemitraan strategis dengan para pelaku koperasi dan UMKM karena usaha di bidang komponen otomotif ke depan akan selalu dibutuhkan.

"Bahkan untuk mobil hybrid masa depan tetap membutuhkan komponen otomotif sehingga industri ini juga berpotensi menyerap UMKM baru," kata Farri.

Farri menjelaskan PT. RMA sendiri merupakan pemasok komponen industri otomotif nasional, salah satunya metal stamping. Sejak awal, perusahaan itu memang terfokus pada produksi metal press untuk tensioner dan guide cam chain sepeda motor.

Tak hanya itu, PT. RMA juga menjadi pionir dalam menggarap insulator assy dush panelinsulator door trim untuk kendaraan roda empat dan industri manufaktur lainnya, hingga produsen original equipment manufacturing (OEM).

Rantai Pasok
Menkop Teten Masduki mengatakan upaya tersebut juga sebagai langkah dalam mendorong KUMKM terintegrasi dengan rantai pasok industri nasional maupun global karena saat ini angka UMKM yang terhubung dengan rantai pasok global hanya 4,2%.

"Jadi, kita ingin menambah dan mendorong UMKM yang masuk ke industri," tegasnya.

Dalam rangka mendorong industri otomotif juga, Kemenkop UKM berusaha meningkatkan peran KUMKM dalam rantai pasok industri komponennya agar dapat optimal menggunakan komponen dalam negeri.

Sebagai informasi, catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penjualan mobil dari kuartal III ke IV 2020 meningkat 43,98%, namun secara year-on-year masih anjlok 41,83%. Sedangkan penjualan sepeda motor turun 49% secara akumulasi tahunan.

Secara menyeluruh, perdagangan mobil, motor, dan reparasi kendaran bermotor terkontraksi sebesar 9,71% pada kuartal IV tahun 2020. (Yoseph Krishna)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA