Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

15 Mei 2020|10:21 WIB

PSBB Sumbar Berhasil Putus Klaster Penyebaran

Namun, sejumlah daerah masih menunjukkan kurva naik 

Oleh: Agung Muhammad Fatwa

Image Sejumlah pedagang menjual sayur-sayuran di tepi jalan, di Pasar Padang Luar, Kab. Agam, Sumatera Barat, Sabtu (9/5/2020). Aktivitas salah satu sentra pasar sayur di Sumbar itu masih ramai seperti biasa, walaupun pada masa pandemi COVID-19 dan PSBB tahap dua. ANTARAFOTO/Iggoy el Fitra

PADANG – Laju penyebaran covid-19 di Sumatera Barat relatif bisa ditekan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pemeriksaan secara masif sehingga beberapa klaster bisa diputus.

"Beberapa klaster penyebaran covid-19 di daerah sudah mulai ada yang menunjukkan kurva menurun. Bahkan di Kota Padang dari 15 klaster, 50 persen sudah diputus," kata Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno di Padang, Kamis malam, dilansir dari Antara.

Klaster penyebaran di Pasaman Barat juga sudah berhasil diputus, demikian juga dengan sebagian Klaster di Pesisir Selatan. Diharapkan dengan penerapan PSBB yang diperpanjang hingga 29 Mei dan menjalankan protokol kesehatan, akan semakin banyak klaster penyebaran covid-19 yang berhasil diputus.

Namun, ada pula daerah yang sebenarnya telah berhasil memutus klaster awal yang muncul, tetapi muncul kasus baru dan dikhawatirkan menjadi klaster baru, seperti di Bukittinggi.

Sementara itu, penyebaran covid-19 di beberapa daerah masih menunjukkan kurva naik, di antaranya, Padang, Padang Panjang, Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Kota Padang, meski sudah ada beberapa klaster yang berhasil diputus, tetapi klaster terbesar yaitu klaster Pasar Raya Padang, masih menunjukkan kurva menanjak.

Diperkirakan, warga yang terpapar dari klaster itu masih akan bertambah. Karena hasil dari tracing, ada seribuan orang yang kemungkinan telah kontak dengan mereka yang positif.

Meski demikian, Gubernur Irwan Prayitno menyebut, semakin banyak hasil tracing yang berhasil diklarifikasi, akan semakin baik karena dengan diketahui siapa yang positif, penanganannya bisa lebih maksimal sehingga penyebarannya bisa dihentikan.

Namun ia mengingatkan, berdasarkan prediksi pakar, Sumbar belum mencapai periode puncak yang diperkirakan pada akhir Mei 2020. Artinya jumlah warga yang terpapar kemungkinan masih akan bertambah.

"Jangan kendurkan penerapan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, sering mencuci tangan dan hanya keluar rumah bila sangat perlu," ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Covid-19 Sumbar, Jasman menyebut hingga Jumat (15/5) pagi, total warga yang positif terpapar covid-19 di daerah itu mencapai 371 orang atau bertambah 32 orang dari hari sebelumnya. Total sembuh 86 orang dan meninggal 21 orang. (Satrio Wicaksono)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER