Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

01 Juni 2020|08:53 WIB

Rapid Test Massal, 153 Warga Surabaya Reaktif Covid-19

Pasien terkonfirmasi covid-19 di Surabaya Raya, yang meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, masih jadi tertinggi dibandingkan daerah lainnya di wilayah Jawa Timur
ImageBadan Intelejen Negara (BIN) menggelar 'rapid test' massal di kawasan Jalan Gresik PPI dan Terminal Manukan Surabaya, Minggu (31/05/2020). (ANTARA Jatim/ HO-BIN Jatim/HN)

SURABAYA - Sebanyak 153 warga Kota Surabaya dinyatakan reaktif covid-19. Jumlah ini didapat dari pemeriksaan cepat atau rapid test massal yang digelar di dua lokasi, oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Minggu (31/5).

Salah satu dokter yang menangani rapid test tersebut, Sri Wulandari merinci ada 510 warga mengikuti kegiatan ini di kawasan zona merah, Jalan Gresik PPI Surabaya.

"48 warga dinyatakan reaktif dari hasil rapid test di kawasan Jalan Gresik PPI Surabaya," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

Rapid test, kata dia, sepanjang hari tadi juga digelar di Terminal Manukan Surabaya yang diikuti 736 warga. "Hasil rapid test di Terminal Manukan menyatakan 105 orang reaktif," ucapnya.

Sementara itu, BIN telah menggelar rapid test massal di beberapa lokasi di wilayah Kota Surabaya sejak Jumat (29/5). Selain menggelar rapid test massal, BIN juga menyalurkan bantuan ribuan alat kesehatan untuk pemerintah kota setempat.

Kepala BIN Daerah Jawa Timur Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI M Syafei berharap, kegiatan kemanusiaan ini dapat memutus rantai penularan covid-19.

"Pimpinan BIN merasa perlu menjadikan Kota Surabaya sebagai prioritas penanganan untuk memberantas covid-19. Kami berharap penderita positif bisa segera diisolasi sehingga tidak menyebar ke wilayah," tuturnya.

Dalam kegiatan rapid test massal yang telah digelar di sejumlah lokasi di Kota Surabaya tersebut, BIN juga menyediakan mobil laboratorium. Di fasilitas tersebut, warga yang terindikasi reaktif bisa langsung melakukan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Tes swab PCR di mobil laboratorium ini memiliki kemampuan memeriksa 300 sampel dalam satu hari dan hasilnya dapat keluar dalam waktu lima jam," imbuhnya.

Surabaya Tertinggi
Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan covid-19 Provinsi Jawa Timur sendiri mencatat, pasien terkonfirmasi terinfeksi covid-19, khususnya di Surabaya Raya, yang meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, masih jadi tertinggi dibandingkan daerah lainnya di wilayah Jawa Timur.

"Berdasarkan data yang masuk hingga hari ini pukul 17.00 WIB, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik masih tertinggi," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu malam.

Khusus tambahan kasus baru di tiga daerah yang sampai saat ini masih dalam penerapan PSBB tersebut, yakni Surabaya sebanyak 101 orang, Sidoarjo 23 orang dan Gresik lima orang. Secara keseluruhan, masing-masing jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19, yaitu Surabaya mencapai 2.495 orang, diikuti Sidoarjo 632 orang serta Gresik 163 orang.

"Semua harus tetap waspada dan jalankan protokol kesehatan. Ingat, vaksin covid-19 belum ditemukan. Maka, saat ini vaksin terbaik adalah kedisiplinan, pola hidup bersih dan sehat serta patuh terhadap protokol kesehatan," ucapnya.

Sementara itu, di Jatim khusus hari ini tambahannya mencapai 191 orang sehingga totalnya sebanyak 4.600 orang terinfeksi corona.

Selain di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, secara rinci tambahan kasus baru terjadi di Tuban satu orang, Kota Probolinggo satu orang dan Pamekasan satu orang. Kemudian, Lamongan delapan orang, Trenggalek dua orang, Kota Malang satu orang, Kabupaten Kediri 10 orang, Pacitan satu orang, Banyuwangi satu orang dan Bangkalan tiga orang.

Selanjutnya, Kota Mojokerto dua orang, Ponorogo tujuh orang, Tulungagung tujuh orang, Jember satu orang dan Jombang delapan orang. Selanjutnya, Nganjuk dua orang, Kabupaten Probolinggo satu orang, Bojonegoro empat orang serta Sumenep satu orang.

Terkait dengan pasien sembuh dari infeksi virus corona di Jatim saat ini mencapai 609 orang (13,24%) atau terdapat tambahan 20 orang. Yakni tujuh orang asal Magetan, masing-masing dua orang asal Pamekasan, Sidoarjo, Lamongan dan Kabupaten Kediri.

Selanjutnya, masing-masing satu orang asal Kota Batu, Lumajang, Ponorogo, Nganjuk dan Bojonegoro. Untuk kasus meninggal dunia karena covid-19 di Jatim hingga saat ini tercatat 396 orang (8,61%) atau tambahannya 24 orang, yaitu 15 di Surabaya, lima di Sidoarjo dan masing-masing satu orang di Tuban, Pamekasan, Gresik serta Jombang.

Terkait warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim 6.595 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 24.190 orang. (Faisal Rachman)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER