Selamat

Rabu, 22 September 2021

15 September 2021|20:22 WIB

Yogyakarta Ingin Terapkan Sistem Pengawasan Satu Pintu

Skrining bersama wilayah di sekitar Yogyakarta diperlukan untuk mencegah penularan covid di klaster wisata.

Oleh: Rikando Somba

ImageWisatawan memadati kawasan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (5/9/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

YOGYAKARTA- Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak kabupaten lain di DIY untuk menerapkan kebijakan one gate system atau kebijakan satu pintu, khususnya untuk kepentingan pariwisata. Ini dilakukan dengan menerapkan proses skrining bagi rombongan wisatawan saat akan masuk ke Yogyakarta. 

Skrining dilakukan untuk memastikan seluruh wisatawan yang datang sudah menjalani vaksinasi dan menunjukkan hasil negatif covid-19. Pengetatan juga akan dilakukan dengan menerapkan kebijakan ganjil genap di kawasan wisata pada akhir pekan sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri.

"Kota Yogyakarta tidak akan mampu jika menjalankan kebijakan ini seorang diri saja. Perlu ada dukungan dan kerja sama dengan kabupaten lain di DIY," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu (15/9).

Heroe mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan kebijakan dari pemerintah pusat yang juga mewajibkan pemindaian QR Code melalui aplikasi Peduli Lindungi yang nantinya akan diberlakukan secara menyeluruh di tempat wisata dan tempat keramaian lainnya.

"Saya tetap berkeinginan agar one gate system ini bisa diberlakukan. Makanya, kami sedang berkomunikasi dengan kabupaten lain untuk menerapkan hal serupa," katanya.

Diharap,   jika seluruh kota dan kabupaten di DIY kompak menerapkan kebijakan tersebut, maka kondisi penularan covid-19 di DIY yang sudah cukup stabil dan terkendali bisa terus diturunkan.

"Kasus covid-19 di Kota Yogyakarta maupun di kabupaten lain sudah mulai stabil dan semakin kondusif sehingga kondisi ini harus bisa dipertahankan. Caranya adalah memastikan seluruh pelaku perjalanan dari luar daerah termasuk wisatawan bisa menunjukkan hasil negatif covid-19 dan sudah divaksinasi," katanya.

Ia pun mencontohkan kondisi di kawasan utama wisata di Kota Yogyakarta, Malioboro pada akhir pekan lalu. Di waktu itu,  ada 43 bus pariwisata dan 135 bus pariwisata pada Sabtu (11/9) dan Minggu (12/9) yang tidak diperkenankan masuk ke Yogyakarta. Kemudian, rombongan bus tersebut kemudian parkir di sejumlah ruas jalan di wilayah perbatasan dan wisatawan masuk ke Yogyakarta menggunakan jasa angkutan online. Ujungnya, mereka bisa juga masuk ke Malioboro.

Sementara, Bupati Bantul yang masuk dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa uji coba pembukaan objek wisata pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di kabupaten itu tetap harus hati-hati agar tidak terjadi penularan kasus baru corona.

"Belum semua objek wisata kita buka, namun hanya satu objek, ini pun baru sifatnya hanya uji coba, karena memang kita harus hati-hati betul, bahwa pandemi COVID-19 itu kasusnya bisa naik turun," kata Halim di Bantul, Selasa.

Dikutip dari Antara, objek wisata di Bantul yang diujicobakan untuk menerima wisatawan menyusul turunnya level PPKM di Bantul dari 4 ke level 3 adalah kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Bupati mengatakan, rencana awal objek wisata di Bantul yang diujicoba untuk buka adalah Watu Lumbung Parangtritis, Kretek, namun karena pertimbangan sesuatu hal, maka diganti wisata Hutan Pinus Mangunan, uji coba pembukaan objek sudah dimulai pekan ini.

"Hanya satu di Mangunan, dipindah dari Watu Lumbung ke Pinus Mangunan, itu (pemindahan) kan keputusan provinsi DIY dan pemerintah pusat, mereka mungkin punya pertimbangan pertimbangan tertentu," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, hari ini sudah mendapat surat edaran dari Deputi Industri dan Investasi, Kemenko Maritim dan Investasi yang menyebutkan bahwa dari 20 tempat wisata yang diujicobakan se-Jawa, tiga objek wisata diantaranya ada di DIY.

Tiga objek wisata di DIY yang diujicobakan untuk buka dengan protokol kesehatan ketat tersebut adalah kawasan wisata Hutan Pinus Sari di Mangunan, Kabupaten Bantul, Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, dan Tebing Breksi di Kabupaten Sleman.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER