Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

21 Juli 2021|15:56 WIB

Warga Solo Gunakan Jalan Yang Ditutup Untuk Olahraga

Cegah mobilitas warga, malah jadi tempat berkerumun

Oleh: Leo Wisnu Susapto

ImagePetugas menyemprotkan cairan disinfektan di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah. ANTARAFOTO/Maulana Surya

SEMARANG – Kepolisian Jawa Tengah (Polda Jateng), menemukan banyak ruas jalan yang ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disalahgunakan oleh masyarakat untuk berolahraga, sehingga menimbulkan kerumunan.

Kabid Humas Polda Jateng, Komisaris Besar (Kombes) Iqbal Alqudusy dalam siaran pers, di Semarang, Rabu (21/7), meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan ruas jalan yang ditutup sebagai sarana untuk berolahraga.

"Tujuan penutupan ruas jalan ini untuk membatasi mobilitas masyarakat, bukan justru digunakan untuk berolahraga yang justru berpotensi menimbulkan kerumunan," lanjut dia seperti dikutip dari Antara.

Salah satu pelanggaran, menurut dia, terjadi di wilayah Kota Solo.

Ia menjelaskan banyak masyarakat yang justru memanfaatkan penutupan Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo untuk berolahraga. Ruas jalan itu ditutup dan ramai warga pada Minggu, 18 Juli 2021.

Padahal, lanjut dia, pemerintah daerah setempat sudah meniadakan hari tanpa kendaraan bermotor (car free day) selama pandemi ini. Pemkot Solo juga menutup sejumlah ruas jalan, selain Jalan Slamet Riyadi untuk meminimalisasi kerumunan warga.

"Upaya untuk menghalau sudah dilakukan kepolisian, termasuk daerah lainnya," sambung Iqbal lagi.

Adapun kendaraan yang boleh melintas di ruas jalan yang ditutup yakni kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, iring-iringan pengantar jenazah, kendaraan TNI dan Polri, kendaraan Satgas PPKM Darurat, serta konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan adanya penutupan jalan ini, masyarakat pengguna jalan dihimbau untuk tetap tertib demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang PPKM hingga 25 Juli 2021.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka kasus covid-19 yang masih relatif tinggi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER