Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

12 Oktober 2021|08:11 WIB

USU Evaluasi Akses Masuk Ke Kampus

Setelah melakukan penggerebekan, BNN menangkap puluhan orang terkait pesta ganja di FIB USU

Oleh: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi borgol. Ist

MEDAN – Wakil Rektor V Universitas Sumatra Utara (USU), Luhut Sihombing MP menjelaskan, pihak universitas akan melakukan evaluasi terhadap akses masuk yang berada di kampus perguruan tinggi negeri (PTN) ini.

"Meskipun USU menerapkan pembelajaran dari rumah, namun beberapa kegiatan akademik masih dilakukan di USU," papar Luhut, dalam konferensi pers di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, di Medan, Senin (11/10) seperti dikutip dari Antara.

Turut hadir Kepala BNNP Sumut, Brigjen Toga Habinsaran Panjaitan dan Wakil Rektor I USU, Edy Ikhsan.

Rektor USU menyebutkan, memang benar USU melakukan pembelajaran dari rumah, namun tidak bisa membatasi kreativitas dan aktivitas akademik di beberapa program studi.

"Seperti misalnya etnomusikologi yang melakukan di studio mereka," ujar Luhut.

Sebelumnya, BNN Provinsi Sumut mengamankan sebanyak 47 orang dalam kasus narkotika jenis ganja, dan 31 orang terbukti penyalahgunaan narkoba di Kampus FIB USU, Sabtu (9/10), sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas BNNP Sumut juga menyita barang bukti narkotika jenis ganja seberat 508,6 gram.

Sementara 16 orang lagi negatif dan tidak terbukti pemakai narkoba sehingga dibebaskan oleh BNNP Sumut.

Sebanyak 31 orang ditangkap, 20 di antaranya adalah mahasiswa USU. Yaitu, 14 orang masih kuliah dan enam orang sudah alumni USU. Sedangkan 11 orang lainnya adalah masyarakat biasa.

Pada April 2021, BNNP Sumut memusnahkan 850 gram ganja dari seorang mahasiswa FIB USU berinisial OBFS (21). Pada petugas, mahasiswa semester enam ini mengaku sudah setahun menjadi pengedar ganja di kampusnya.

BNNP Sumut juga menangkap alumni USU tahun 2018 berinisial NK karena mengedarkan ganja melalui jasa pengiriman barang ke Bali. Dari tangan tersangka juga diamankan barang bukti 750 gram ganja.

NK mengaku pada petugas yang menangkapnya, sudah lima kali mengirimkan ganja ke Bali. Sekali pengiriman ganja, tersangka mendapat upah tiga juta rupiah.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER