Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

30 April 2021|19:55 WIB

TNI-Polri Kerahkan 6.349 Personel Amankan Aksi ‘May Day’

Buruh tetap akan turun ke jalan. Diingatkan untuk patuhi prokes

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageAksi unjuk rasa buruh di jalan raya. ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak A

JAKARTA - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus mengatakan, aksi massa memperingati hari buruh sedunia, Sabtu (1/5) besok di Jakarta, akan dijaga petugas gabungan. TNI-Polri bersama pihak terkait lainnya mengerahkan sebanyak 6.349 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa peringatan May Day itu.

“Ribuan personel itu disiapkan bila para buruh tetap mengadakan aksi pada esok hari,” tutur Yusri, Jumat (30/4). 

Yusri sampaikan, telah mengimbau seluruh elemen buruh agar menahan diri tidak melakukan aksi unjuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Alasannya, hingga saat ini, kurva penyebaran covid-19 di Indonesia masih bergerak naik.

Tak hanya itu saja, DKI Jakarta masih merupakan wilayah dengan jumlah penyebaran virus corona tertinggi. Makanya, bila aksi unjuk rasa ini berlangsung dikhawatirkan bisa meningkatkan jumlah kasus positif covid-19. 

"Perlu disadari untuk serikat buruh yang turun besok, jangan sampai seperti di India. Di sana, sekitar 300 ribu orang positif. Lalu, sebanyak delapan ribu orang meninggal dunia," kata Yusri. 

Dia menjelaskan, saat ini, pemerintah masih memberlakukan sejumlah aturan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Misalnya, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Oleh karena itu, polisi mengimbau kepada serikat buruh yang tetap nekat untuk mengadakan aksi May Day agar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Jika tidak, aparat gabungan tak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas. 

Sejauh ini, beberapa elemen buruh mengatakan akan menerapkan prokes dengan ketat saat unjuk rasa besok. Misalnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah menyampaikan kepada Polri akan melakukan tes usap (swab test) kepada anggotanya yang akan mengikuti aksi. 

"Sehingga, Polda Metro Jaya membentuk tim yang langsung berkoordinasi dengan teman-teman serikat untuk swab dulu sebelum melakukan kegiatan," sebut Yusri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, kegiatan unjuk rasa ini akan berlangsung di depan Mahkamah Konstitusi. Kemudian, Patung Kuda, Medan Merdeka Barat. Lalu, di kantor ILO.

Terkait tiga titik aksi unjuk rasa ini, polisi telah membuka sejumlah posko. Di posko itu, kata Yusri, pihaknya akan mengadakan rapid test antigen geratis. Tujuannya, agar pelaksanaan aksi unjuk rasa itu sesuai dengan prokes yang berlaku. 

"Tiga ini yang terpusat oleh teman-teman serikat buruh, mulai dari pagi hingga sore," tambah Yusri.

Tentang apakah polisi akan mengalihkan arus lalu lintas di sekitar wilayah aksi, Yusri enggan berkomentar banyak. Sebab, pengalihan arus lalu lintas itu bersifat situasional.

"Tapi kalau pengalaman sebelumnya, jika massa di Patung Muda, jalur Sudirman-Thamrin dialihkan ke Tanah Abang atau Bundaran HI, kami akan melihay perkembangannya seperti apa," tandas Yusri. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA