Selamat

Rabu, 22 September 2021

27 Agustus 2021|21:00 WIB

Tersendatnya Langkah Penarik Minat Baca

Kunjungan perpustakaan keliling bisa jauh lebih banyak daripada pengunjung perpustakaan statis

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageSalah satu mobil perpustakaan keliling Kota Depok. Sumber foto: Validnews/Seruni Rara

DEPOK – Selasa siang(24/8), matahari tengah berada di atas kepala. Empat unit mobil perpustakaan keliling milik Pemerintah Kota Depok belum juga beranjak dari area parkir Perpustakaan Kota Depok. Biasanya, di pertengahan hari, mobil-mobil itu sudah menyambangi banyak tempat.  

Jelajah perpustakaan keliling itu mesti berhenti. Sejak awal virus SARS-Cov-2 berjangkit di Tanah Air, mobil-mobil itu tak lagi bisa mengunjungi sejumlah sekolah maupun tempat-tempat lain.

Saat covid-19 belum merajalela, mobil-mobil ajeg menyambangi lebih dari 500 lokasi tiap bulan. Setiap Senin hingga Kamis, mobil-mobil itu bergiliran parkir di sekolah dasar di Kota Depok. Pada hari Minggu, petugas Dinas Kearsipan Kota Depok datang dengan mobil perpustakaan keliling ke area-area publik. Parkir di taman-taman kota, dan beberapa tempat lain.

Kerumunan siswa sekolah dasar yang asyik memilih, melihat-lihat hingga terdiam membaca, tak lagi boleh terjadi saat pandemi. Kerumunan orang jadi kegiatan yang harus dihindari warga dan dilarang Pemkot Depok.

“Meski begitu ada saja bertanya, kenapa perpustakaan keliling tak mampir ke tempat mereka,” urai Dedy Damhudi, Koordinator Lapangan Perpustakaan Keliling Kota Depok pada Validnews, Rabu (25/8).

Dia lalu bercerita, pertanyaan itu disampaikan salah satu pengunjung setia perpustakaan keliling di Taman Lembah Gurame, Kota Depok. Dedy lalu menunjukkan pesan singkat di aplikasi percakapan di ponsel miliknya.

Pengirim pesan, urai Dedy adalah seorang pensiunan. Dia bertanya pada Dedy apakah mobil perpustakaan keliling masih beroperasi. Dedy membalas pertanyaan itu dengan menjelaskan, mobil perpustakaan keliling untuk sementara tak beroperasi.

Di seberang sana, penanya mengirimkan pesan, dia memaklumi kondisi tersebut. 

Padahal, lanjut Dedy, tiap akhir pekan, pensiunan itu selalu menyambangi perpustakaan keliling yang parkir tak jauh dari tempat dia tinggal.

Seingat Dedy, kali terakhir pengunjung setia itu datang, buku tebal bertemakan politik yang dia baca. Dia juga ingat, si pengunjung belum habis membacanya. Pengunjung itu selalu beri tanda halaman terakhir yang dia baca. Biasanya, dia juga berpesan. agar saat perpustakaan keliling datang kembali, buku itu jangan diberikan pada orang lain.

Himpun Ceria
Sebelum pandemi, bergantian, itu jadi strategi perpustakaan keliling memancing minat baca warga. Hal serupa dilakukan saat mengunjungi sekolah dasar.

Koordinator Kegiatan Perpustakaan Keliling Kota Depok, Nefry Tobing menuturkan, jadwal kunjungan ke sekolah dibagi setiap kecamatan yang berbeda setiap bulannya. Pustakawan ini menguraikan, cara menghadapi pengunjung di area publik dan sekolah dasar berbeda.  Karakter pengunjung jelas memang berbeda.

Terkadang, kerap dia dan rekan-rekan di lapangan menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Seperti anak-anak yang suka 'menyerbu' mobil perpustakaan keliling. Buku-buku yang hilang atau rusak juga menjadi hal yang biasa. Hal ini, kata Dedy, terjadi apabila dirinya kurang koordinasi dengan pihak sekolah dan tidak ada pendampingan. 

"Itu kalau kita kurang koordinasi ya, buku kita di mobil juga kayak kapal pecah. Ada yang sampai sampai naik ke atas mobil. Lucu kalau diingat," kata dia.

Koordinasi sebelum kegiatan dimulai menjadi penting agar situasi dapat terkendali. Misalnya, dengan berkomunikasi dengan guru untuk dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan keliling di sela jam pelajaran bahasa indonesia. Atau, membuat permainan yang menarik perhatian anak-anak tentang pentingnya membaca dan merawat buku.

Ia juga memaklumi usia anak-anak memiliki keingintahuan yang besar. Yang paling penting, pesan dan minat baca dapat disampaikan kepada anak-anak tersebut.

Setiap selesai kunjungan, ia akan melakukan pengecekan kembali buku-buku yang ada. Apabila ada yang hilang, pihaknya akan melapor ke pihak sekolah apabila ada buku yang tertinggal. Jika tetap tidak ditemukan, buku yang hilang itu dilaporkan ke koordinator mobil perpustakaan keliling untuk dilakukan pencatatan.

Sementara, buku-buku yang rusak akan dimasukkan ke bagian reservasi untuk diperbaiki kembali kondisi fisiknya. Biasanya, ketika melakukan kunjungan ke beberapa lokasi, satu mobil didampingi oleh satu pustakawan dan satu orang pengemudi yang berasal dari tenaga honorer.

Sejak mobil perpustakaan keliling tidak beroperasi, tenaga honorer tersebut dialihkan untuk membantu operasional dan kesiapan penyediaan buku di perpustakaan.

Berhentinya operasional mobil perpustakaan keliling juga menjadi kesempatan melakukan pembenahan stok buku yang ada. "Artinya kita stock opname semua, kita susun lagi semua buku, yang belum terdaftar di list kita, kita input lagi," kata dia.

Mobil perpustakaan keliling yang tidak beroperasi juga harus dipastikan perawatannya. Setiap dua hari sekali, mobil-mobil itu dipanaskan. Selain itu, mobil juga dicuci setiap minggu sekali atau tergantung kondisi mobil itu sendiri. .

Berharap Terulang
Nefri Tobing menuturkan ada paradoks menarik dari mobil perpustakaan di Depok. Warga yang mengakses ke perpustakaan keliling lebih banyak dibandingkan pengunjung perpustakaan.

Nefri merinci, jumlah pengunjung mobil perpustakaan keliling pada 2018 sebanyak 50.661. Tahun berikutnya turun menjadi 40.608. lalu, hingga Maret 2020, jumlah pengunjung perpustakaan mobil keliling tercatat 11.134.

Sementara, jumlah pengunjung perpustakaan pada 2018 berjumlah 2.112 orang. Kemudian, pada 2019 berjumlah 3.164 orang. Karena pandemj covid-19, pengunjung perpustakaan mengalami penurunan drastis pada 2020, yakni sebanyak 795 orang.

Sementara itu, jumlah pengunjung e-Perpus mengalami peningkatan pada saat pandemi covid-19 berlangsung. Pada 2018, jumlah pengunjung hanya 38 orang. Kemudian, pada 2020 jumlahnya naik menjadi 175 pengunjung. Hingga Juli 2021, jumlah pengunjung yang mengakses e-Perpus mencapai 248 orang.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan Kota Depok, Catur Sri Astuti mengatakan, dari  kondisi pandemi covid-19,  Pemkot Depok mengembangkan e-Perpustakaan (e-Perpus). Yakni, aplikasi perpustakaan berisi buku-buku digital yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Meski demikian, dia berharap agar nantinya mobil perpustakaan keliling dapat beroperasi kembali.  Keberadaan buku secara fisik memiliki kesan tersendiri bagi pembaca jika dibandingkan buku digital. Buku fisik, kata dia, relatif lebih nyaman dibaca dibanding buku digital.

Peran perpustakaan keliling ini diulas juga oleh Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas, Nurhadi Saputra. Dia menyampaikan, mobil perpustakaan keliling merupakan satu usaha memeratakan akses informasi kepada seluruh masyarakat.

Karena, kebanyakan lokasi perpustakaan, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota berada di tengah kota. Sementara, ada masyarakat yang kesulitan mengakses perpustakaan karena lokasinya cukup jauh. Untuk itu, mobil perpustakaan keliling dimaksudkan memberikan layanan ke seluruh masyarakat tanpa mengenal wilayah.

"(Mobil keliling) dari pusat, kita beri ke daerah. Kemudian operasionalnya dilakukan oleh daerah," kata Nurhadi kepada Validnews, Kamis (26/8).

Nurhadi mengatakan, hibah mobil perpustakaan keliling merupakan stimulan yang diberikan pusat kepada daerah. Ia berharap ada kontribusi daerah, salah satunya dengan menambah layanan mobil perpustakaan keliling. Agar memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat untuk bisa akses terhadap informasi di perpustakaan.

Nurhadi juga menambahkan selama pandemi covid-19 pelayanan perpustakaan lebih mengedepankan layanan digital. Namun, ia mengaku bahwa tidak semua masyarakat punya jaringan yang baik untuk mengakses koleksi digital.

Terkait pelayanan mobil perpustakaan keliling, menurutnya ada beberapa daerah yang mobilnya tidak beroperasi saat pandemi. Hal ini lebih disebabkan biaya operasional yang terpangkas karena fokus dalam penanganan pandemi covid-19.

Beberapa daerah lain, kata Nurhadi, mobil perpustakaan kelilingnya masih beroperasi dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Karena disaat pandemi, mereka hanya menghabiskan waktu di rumah.

Mengacu Pasal 22 ayat 5 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, mengamanatkan pemerintah, pemerintah provinsi dan/atau kabupaten/kota melaksanakan layanan perpustakaan keliling bagi daerah yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap.

Perpusnas, dalam Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Keliling, sudah membuat acuan bagi perpustakaan keliling untuk meningkatkan jumlah pengunjungnya dan menarik minat masyarakat. 

Di sela kunjungan, diselipkan agenda mendongeng atau bercerita oleh pustakawan atau pendongeng. Ada pula pemutaran film dari koleksi multimedia yang dimiliki. Juga promosi perpustakaan. Kesemuanya diharap bisa lebih membuat warga negara ini suka membaca.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA