Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|15:56 WIB

Saat Hamil, Imun Ibu Turun Dan Rentan Terpapar Covid-19

Saat terpapar, ibu hamil rentan melahirkan prematur

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi ibu hamil memeriksakan kandungan. Ist

JAKARTA – Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ari Kusuma Januarto mengatakan, kekebalan tubuh atau imun ibu saat hamil cenderung berkurang. Jadi, lanjut dia, saat ibu hamil terpapar covid-19, dia masuk dalam kelompok rentan dan berisiko.

Gejala covid-19 yang dialami ibu hamil menurut Ari, sama saja dengan yang lain. Hanya saja, gejala ini akan lebih berat bagi ibu hamil karena dia juga mengalami berbagai gejala kehamilan.

“Ini tentu akan lebih berat bagi ibu hamil, dia akan mengalami gejala seperti anosmia, demam, sakit kepala, dan tidak nafsu makan. Belum lagi ditambah mual dan muntah,” ungkap Ari pada Validnews, Kamis (22/7).

Selain itu, dalam beberapa kasus penularan covid-19 di Indonesia, 72% ibu hamil terpapar pada usia kandungan di atas 37 minggu atau usia tujuh bulan ke atas. 

Hal itu juga memiliki risiko kelahiran prematur dan komplikasi kehamilan lainnya, karena dalam kondisi mendesak janin harus dipaksa segera dilahirkan.

Ari menambahkan, untuk perawatan bagi ibu hamil yang terpapar covid-19 sebenarnya sama saja dengan pasien lain pada umumnya. Ibu hamil yang terpapar covid-19 dapat diberikan vitamin dan obat-obatan yang diperlukan. 

Hanya saja pemberian vitamin dan obat-obatan tersebut harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan untuk mencegah alergi obat dan risiko obat yang berbahaya bagi kandungan. 

“Sedangkan untuk ibu hamil yang melakukan isolasi mandiri di rumah, diharapkan secara rutin melakukan pengecekan kadar oksigen dalam darah dengan oximeter, kalau kurang dari 95 maka sang ibu harus segera dirujuk ke rumah sakit,” sebut dia.

Namun, Ari menyayangkan karena hingga saat ini ibu hamil yang terpapar covid-19 masih belum terfasilitasi dengan maksimal. Dalam pengamatannya, banyak ibu hamil saat dirujuk ke rumah sakit rujukan mereka justru tidak mendapatkan tempat dan harus menunggu sama seperti pasien lainnya.

Padahal, ibu hamil masuk dalam kelompok rentan. Ia berharap pemerintah dapat fokus menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan khusus bagi ibu hamil yang terpapar covid-19. Mulai dari unit perawatannya sampai sarana melahirkan bagi ibu hamil yang terpapar covid-19.

Cegah Penularan
Ari menambahkan, untuk mencegah penularan covid-19 pada ibu hamil, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Ibu hamil diwajibkan melakukan screening kesehatan sejak dari awal kehamilan. 

Hal ini harus dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah dirinya terpapar covid-19 atau tidak, karena dan 51,9% ibu hamil masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). 

“Ada anggota keluarga yang mungkin menjadi carrier, sehingga testing dan screening ini harus selalu dilakukan secara rutin.”

Selain itu ibu hamil juga disarankan untuk melakukan vaksinasi covid-19 sebagai salah satu Langkah pencegahan. Pemberian vaksin ini harus dilakukan dalam pengawasan dokter spesialis kandungan.

“Kalau bisa vaksin ini dilakukan ke ibu hamil, walaupun, untuk melakukan vaksin saat ini masih harus menunggu persetujuan dan regulasi dari pemerintah”. 

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan terkait meningkatnya jumlah ibu hamil yang terpapar covid-19. 

Kartini mengaku, untuk mendukung upaya ini telah menyiapkan sejumlah rumah sakit di pusat dan di daerah untuk menangani ibu hamil yang terpapar covid-19. Meskipun sebenarnya sudah ada beberapa rumah sakit dan puskesmas yang mampu menangani ibu hamil yang terpapar covid-19.

“Kami sudah siapkan beberapa rumah sakit dan puskesmas untuk menangani ibu hamil yang terpapar covid-19, tentunya dengan prosedur yang sudah disesuaikan,” ungkap Kartini. 

Selain itu, dalam upaya mendorong upaya pencegahan ibu hamil terpapar covid-19, pihaknya sedang melakukan kajian dengan data-data yang ada, terkait pemberian vaksin kepada ibu hamil sambil menunggu persetujuan dari IKAGI dan BPOM.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA