Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|20:16 WIB

RPL, Cara Yang Putus Kuliah Kembali Ke Kampus

Tim RPL di perguruan tinggi akan menentukan berapa lama semester lagi seorang peserta harus berkuliah.

Oleh: Rikando Somba

ImageIlustrasi wisuda secara daring. ANTARA FOTO

JAKARTA – Mereka yang terpaksa meninggalkan bangku kuliahnya karena harus bekerja, kini memperoleh kesempatan untuk kembali belajar. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka kesempatan bagi masyarakat yang sempat putus kuliah karena harus bekerja untuk melanjutkan pendidikannya dengan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). 

Melalui RPL, ada pengakuan atas capaian pembelajaran individu yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal. Bahkan, pemerintah akan memberikan subsidi biaya kuliah satu semester untuk tingkat magister.

“Melalui program bantuan pemerintah penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), masyarakat yang putus kuliah karena harus bekerja dapat kembali melanjutkan studinya,” ujar Direktur Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbudristek Prof Aris Junaidi, dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (22/7)

Aris menjabarkan, individu yang tidak sempat menyelesaikan pendidikannya, baik itu diploma, sarjana dan magister dan sudah bekerja, bisa melanjutkan pendidikan lagi melalui pendidikan formal di pendidikan tinggi. RPL mengadopsi pencapaian informal juga dalam kelanjutan pendidikan tersebut.  

Syarat untuk bisa mengikuti program tersebut dibedakan. Untuk jenjang SMA, yakni lulusan SMA/sederajat, pernah kuliah atau lulus program D1, D2 dan D3, dan berpengalaman kerja atau pelatihan atau kursus yang sesuai dengan bidang studi. Masing-masing disesuaikan dengan pendidikan yang dituju. 

Terkait putus kuliah, menurut Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) sendiri, ada jutaan yang tersebar di banyak daerah. Jumlah terbanyak sebesar  414,9 ribu atau setara dengan 59%-nya ada di Pulau Jawa.

Pulau Sumatra sendiri ada 130,6 ribu orang atau setara 18,7% yang putus kuliah. Sementara ada 89,4 ribu, atau sebesar 12,8% dari total yang putus kuliah di Sulawesi. Untuk Bali dan Nusa Tenggara mencapai 26.466 ribu orang. 

Sementara di Kalimantan, jumlahnya meliputi 18.561 orang.   

Aris menguraikan, dari hasil tinjauan yang dilakukan terhadap individu. Maka tim RPL di perguruan tinggi yang akan menentukan berapa lama semester lagi harus berkuliah untuk mendapatkan gelar sarjana. Pada 2021 ini, ada 63 perguruan tinggi penyelenggara dengan 453 program studi.  

Untuk jenjang magister, ada syarat peserta yang harus dipenuhi, yakni lulusan sarjana, sudah memiliki pengalaman kerja atau pelatihan atau kursus, sesuai pilihan bidang studi, dan pernah kuliah program magister, namun tidak selesai. 

Dari RPL ini, ditargetkan pada 2021, setidaknya 6.000 mahasiswa dapat melanjutkan pendidikannya kembali. Jika Anda salah satu yang berniat, bisa melihat syarat dan ketentuan lainnya pada tautan rpla.kemdikbud.go.id.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA