Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

KESRA

10 Juni 2021|14:28 WIB

Proses Pengembalian Setoran Jemaah Haji Butuh 9 Hari

Dalam sepekan, ada 59 jemaah haji yang mengajukan pengembalian dana

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageWarga menunjukan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) di Kantor Kemenag Kota Serang, Banten, Selasa ( 8/6/2021). ANTARAFOTO/Asep Fathulrahman

JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengungkapkan, sebanyak 59 jemaah sudah mengajukan pengembalian setoran pelunasan sepekan setelah pembatalan keberangkatan haji. Rinciannya, 25 jemaah haji khusus dan 34 jemaah haji reguler.

Pengajuan pengembalian pelunasan ini dipastikan BPKH agar ditindaklanjuti sesuai ketentuan. "Secara ketentuan, proses pengembalian ini berlangsung kurang lebih sembilan hari sampai dana jemaah ditransfer ke rekening masing-masing," Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadan Harisman, dalam keterangan pers, Kamis (10/6).

Keputusan Menteri Agama Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M memberikan pilihan kepada jemaah untuk mengambil kembali setoran pelunasannya.

Jemaah haji reguler dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota) tempat mereka mendaftar. 

"Untuk haji khusus, mereka mengajukan permohonan pengembaliannya ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tempat mendaftar. Untuk tahun 2020, ada 1.688 jemaah reguler dan 438 khusus yang mengajukan pengembalian setoran lunas," ucap Ramadan.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, pembatalan ibadah haji berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji 1442 H/2021 M.

Pria yang biasa disapa Gus Yaqut ini menerangkan, pandemi covid-19 yang melanda dunia masih menjadi penyebab utamanya. Menurut dia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” tegas Yaqut dalam konferensi pers yang disaksikan secara daring, Kamis (3/6).

Sistem Informasi dan Komputer Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag mencatat bahwa ada 15.476 jemaah haji khusus dan 198.371 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER