Selamat

Rabu, 22 September 2021

23 Juli 2021|15:24 WIB

Polri Imbau Warga Tak Unjuk Rasa Saat Pandemi

Ajakan unjuk rasa untuk luapkan amarah masyarakat tersebar di media sosial

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi media sosial. Ist

JAKARTA – Polri mengimbau agar masyarakat agar tak melakukan aksi unjuk rasa secara serentak pada 24 Juli 2020 di tengah masa pandemi covid-19. Alasannya, aksi unjuk rasa bisa menimbulkan kerumunan dan memperlambat upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono mengatakan, kegiatan aksi unjuk rasa itu sangat berbahaya mengingat angka penyebaran virus mematikan itu masih menunjukkan peningkatan.

"Oleh karena itu, kami berharap untuk tidak melakukan kerumunan,” kata Argo, kepada wartawan, Jumat (23/7).

Menurut Argo, masyarakat yang hendak menggelar aksi unjuk rasa secara fisik bisa menyampaikan pendapatnya secara daring atau online. Sebab, kata dia, penyampaian pendapat tak selalu dilakukan dengan cara berdemonstrasi di jalanan.

"Jadi kan bisa juga dilakukan dengan audiensi atau dilakukan dalam bentuk FGD online," tambah Argo.

Jenderal bintang dua itu menegaskan, aparat kepolisian akan mengambil tindakan tegas apabila kegiatan tetap dilakukan dan mengganggu ketertiban umum.

"Kalau memang dilakukan, mengganggu ketertiban umum ya kami amankan," imbuh Argo.

Informasi terkait ajakan aksi unjuk rasa pada 24 Juli 2021 itu beredar di sejumlah media sosial. Informasi itu tersebar di dunia maya dalam bentuk tangkapan layar sebuah percakapan mengenai persiapan aksi serentak yang hendak dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat sipil di Semarang dan beberapa wilayah lain.

Salah satunya, diunggah oleh akun Twitter @xvidgmbk, pada Jumat (23/7) pagi. Akun ini menampilkan hasil tangkapan layar mengenai percakapan untuk persiapan aksi pada 24 Juli 2021.

Dari tangkapan layar itu, mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi sebagai bentuk luapan amarah masyarakat kepada pemerintah. Namun, tak dijelaskan apakah ada tuntutan tertentu terkait dengan kebijakan yang disampaikan.

Ajakan serupa juga terjadi di media sosial Instagram. Salah satunya, diunggah oleh @blokpolitikpelajar. Melalui akun itu, masyarakat diajak untuk melakukan aksi serentak di beberapa kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Semarang, Solo, dan lainnya.

Disebutkan bahwa aksi tersebut akan dilakukan selama berhari-hari dan tidak membawa suatu identitas golongan ataupun kelompok.

"Mengacu pada metode aksi *Be Water*, aksi ini akan cair bekerja, segala bentuknya akan terus berkembang, tidak ada ketua, tidak ada aksi ini milik siapa, semua ini milik warga," tulis blokpolitikpelajar dalam keterangan foto yang diunggah, Kamis (22/7).

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER