Selamat

Selasa, 21 September 2021

13 September 2021|20:58 WIB

Politisi PKS Curiga Ada Spionase Pembobolan Situs Kementerian

Bila benar pelaku pembobolan adalah warga China

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi pembobolan situs kementerian/lembaga. Ist

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR, Sukamta menilai ada kemungkinan potensi spionase atau upaya mata-mata yang dilakukan China dalam kasus dugaan peretasan hacker asal China, Mustang Panda pada data kementerian dan lembaga di Indonesia.

Menurut dia, serangan siber secara massif dari berbagai negara yang menjalin kerja sama ekonomi seperti Indonesia saat ini perlu untuk diperhatikan. Karena, ada kemungkinan maksud lain dari para hacker.

“Indonesia bekerja sama dengan China di bidang ekonomi, namun menjadi aneh ketika data-data strategis di kementerian dan lembaga disasar oleh hacker China. Apakah ini murni peretasan atau ada upaya spionase," urai Sukamta dalam keterangan tertulis, Senin (13/9).

Jika terbukti ditemukan peretasan kementerian dan lembaga ini merupakan upaya spionase yang direncanakan, Sukamta mendesak agar pemerintah Indonesia perlu melancarkan protes kepada pemerintah China.

Ia menambahkan, upaya peretasan yang dilakukan oleh Mustang Panda ini juga kemungkinan bukan satu-satunya upaya pembobolan data-data strategis di Tanah Air. Menurut dia, ada potensi pembobolan data siber di bidang lain yang belum terungkap.

"Maka tugas BSSN ialah menangkal dan mengungkap setiap spionase data strategis Indonesia agar kasus-kasus pembobolan data bisa tuntas,” tegas dia.

Sebelumnya, peneliti keamanan internet, Insikt Group melaporkan peretas atau hacker China, Mustang Panda telah menembus jaringan internal sekitar 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).

Peneliti Inskit Group pertama kali menemukan upaya peretasan tersebut pada April 2021 dan telah memberi laporan tersebut ke pemerintah Indonesia pada Juni 2021 dan Juli 2021, namun, pemerintah Indonesia disebut tidak merespons laporan itu.

Lebih lanjut, Sukamta juga meminta pemerintah untuk serius melindungi situs dan data-data strategis negara. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) perlu menjaga dan melindungi ranah siber.

"Pengamanan situs dan data di Indonesia harus diseriusi oleh pemerintah. Kasus pembobolan jutaan data telah berulang kali, Kemenkominfo sebagai leading sector yang bertanggung jawab terhadap data dan informasi seperti macan ompong," imbuh Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR ini.

Dia khawatir ketika data-data dunia bisnis dan kesehatan bocor, ada potensi juga data di bidang politik akan bocor pada kemudian hari.

Ia meyakini bahwa serangan hacker di bidang politik akan lebih kuat daripada ekonomi, kesehatan dan sosial. Maka, menurutnya harus dilakukan evaluasi, kemudian pembenahan tata kelola data dan dunia siber di Indonesia secara menyeluruh.

"Saat ada kebocoran di bidang ekonomi dan sosial, bukan tidak mungkin di bidang politik juga bocor. Ini hanya soal waktu saja, kapan akan terungkap kebocoran datanya," tandas Sukamta.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA