Polisi Ringkus Delapan Pencopet Di Sirkuit Mandalika | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

24 November 2021|15:12 WIB

Polisi Ringkus Delapan Pencopet Di Sirkuit Mandalika

Aksi komplotan pencopet hingga ke Malaysia dan Singapura

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Polisi Ringkus Delapan Pencopet Di Sirkuit MandalikaIlustrasi penangkapan komplotan pencopet di Sirkuit Mandalika. Ist

JAKARTA – Tim Polda Nusa Tenggara Barat menangkap delapan orang anggota komplotan pencuri atau pencopet jaringan internasional yang beraksi di ajang balapan World Superbike Championship (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat, Komisaris Besar Hari Brata mengatakan, mereka ditangkap di sejumlah titik yang tersebar di sekitar arena balap.   

Hari menyebutkan satu pelaku ditangkap di Gate (pintu masuk) 3 Sirkuit Mandalika. Tiga pelaku ditangkap di Pelabuhan Lembar, Lombok. Sisanya, ditangkap di Kapal Feri menuju Bali.

“Empat orang lainnya ditangkap di Kapal Feri di hari yang sama," papar Hari, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11).

Hari menjelaskan, penangkapan berawal ketika tim penyidik menangkap seorang yang diduga sebagai pelaku pencurian di Gate 3 Sirkuit Mandalika. Kemudian, polisi blokade seluruh akses keluar arena dan arah menuju pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok.

Kemudian, tim penyidik memeriksa pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku berasal dari Jakarta. Komplotan ini juga diketahui kerap beroperasi hingga keluar negeri seperti di Malaysia dan Singapura.

“Mereka ini tidak hanya beroperasi di Lombok saja, melainkan di daerah lain di Indonesia seperti Batam. Di mana, mereka sudah melakukan lebih dari 50 kali penjambretan, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura,” jelas Hari.

Polisi menilai, motif para tersangka beraksi untuk mencari keuntungan ekonomi. Para pelaku juga dinilai hanya melakukan pencurian atau pun pencopetan. Modusnya, para pelaku bertindak sebagai penonton resmi balapan.

Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. Ada yang berperan sebagai eksekutor. Ada juga yang bertugas mengoper barang curian. Lalu, ada yang bertindak sebagai pengumpul barang.  

Dari pemeriksaan, tiga orang dari komplotan tersebut merupakan satu keluarga. Sang anak berperan untuk pengalih perhatian. Ibunya, melakukan eksekusi pencurian. Lalu, sang ayah bertindak sebagai pengumpul barang. Lalu, pelaku lainnya berperan sebagai pengoper barang.

Tak hanya sampai disitu, Hari berkata, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait keberadaan komplotan pencurian tersebut. Dia menyebutkan berdasarkan hasil penelusuran tak ada pihak yang berperan sebagai pelindung para pelaku.

“Hasil interogasi pelaku, mereka murni datang untuk melakukan pencurian atau pencopetan, tidak ada yang membackup mereka,” tambah Hari.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP. Sementara itu, empat lainnya masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA