Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

28 April 2021|19:24 WIB

Polisi Bongkar Peredaran 2,5 Ton Sabu

Ribuan kilo sabu itu dikirim dari Afganistan

Penulis: James Fernando,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageKapolri Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Menkeu Sri Mulyani di konferensi pers pengungkapan 2,5 ton sabu, Kamis (28/4). Validnews/James Manullang

JAKARTA - Tim gabungan Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan, membongkar peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 2,5 ton. Ribuan kilo sabu itu dikirim dari Afganistan. 

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya menetapkan 18 tersangka dalam kasus ini. Rinciannya, 17 orang warga negara Indonesia, satu orang warga negara Nigeria.

Belasan orang itu masing-masing berinisial S, AAM, KNK, AW, HG, A, dan MI. Kemudian, M, MN, FR, MD, B, UI, R, dan AMF. Sisanya, AL, dan SL. 

Semua tersangka memiliki peran berbeda. Tujuh orang merupakan pengendali, delapan orang berperan sebagai pengirim barang haram, dan sisanya merupakan pemesan narkoba ke wilayah Timur Tengah.

Listyo juga menyebut, enam tersangka berinisial KNK, AW, AG, H, NI dan AL merupakan terpidana narkoba. Mereka mengendalikan jaringan narkoba internasional dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Mereka yang dalam lapas ini dihukum 10 tahun dan ada yang seumur hidup," kata Sigit, di Mabes Polri, Rabu (28/4).

Barang haram ini disebut Kapolri disita dari tiga lokasi berbeda. Pertama, di Parkiran Ali Kopi Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh dan Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Di sana, polisi menyita barang bukti seberat 1.278 Kilogram.

Di Lorong Kemakmuran, Kecamatan, Meureubo, Kabupaten,  Aceh Barat, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, seberat 1.267 Kilogram. Lalu, TKP ketiga Pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring Jakarta Barat.

"Totalnya kurang lebih 2,5 ton narkoba," tambah Sigit. 

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan, pengungkapan ini berawal dari Interpol yang menginformasikan adanya rencana pengiriman barang haram sebanyak 2,5 ton dari Afganistan ke perairan Indonesia. Polisi langsung menganalisa dan menindaklanjuti informasi itu. 

"Kemudian, kami membentuk dua tim untuk membongkar kasus ini," kata Agus.

Kedua tim itu, sebut Agus, langsung menuju perairan Aceh untuk melakukan penyelidikan. Alhasil, tim gabungan menangkap para pelaku di tiga lokasi berbeda. 

"Dilanjutkan dengan pengembangan terhadap jaringan pemesan dan pengendali yang ada di dalam lapas," lanjut Agus. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsidair Pasal 112 ayat 2 Juncto subsidiar Pasal 115 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Bebas Narkoba

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menuturkan, Direktorat Bea dan Cukai akan terus bersinergi untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo, agar Bea dan Cukai menjadi salah satu garda terdepan dalam memberantas narkoba.

"Ini dalam rangka kita semuanya menciptakan Indonesia yang bebas narkoba," tutur Sri Mulyani. 

Berdasarkan catatannya hingga April 2021, Ditjen Bea dan Cukai bersama Polri dan BNN telah menangani 442 kasus narkotika. Dari ratusan kasus itu, sebanyak 1,9 ton narkotika dari berbagai jenis disita.

"Ini baru sampai April. Kalau kita lihat di dalam tahun-tahun terakhir ada kenaikan setiap tahunnya. Ini mengingatkan kita semua untuk terus waspada," jelas Sri Mulyani.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA