Selamat

Selasa, 21 September 2021

14 September 2021|14:40 WIB

Polda Metro Jadwalkan Periksa Tujuh Pejabat Lapas Tangerang

Jumlah korban tewas pada insiden kebakaran di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten, bertambah dua orang, menjadi 48 orang meninggal dunia.

Oleh: Faisal Rachman

ImageKeluarga korban kebakaran lapas kelas 1 Tangerang menunggu hasil identifikasi Tim DVI Polri di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (10/9). Antara Foto/Galih Pradipta

JAKARTA- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh pejabat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten. Pemanggilan tersebut terkait dengan kebakaran yang menewaskan 48 warga binaan bebeapa waktu lalu.
 
"Yang baru datang dua, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas I Tangerang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/9).
 
Sedangkan lima pejabat lainnya yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan, yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). Kemudian Kelapa Bidang Administrasi, Kepala Sub Bagian Hukum, Kepala Seksi Keamanan, dan Kepala Seksi Perawatan.
 
Yusri menyampaikan saat ini penyidik masih menunggu kedatangan lima pejabat lapas tersebut. Ia berharap kelimanya bisa memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro Jaya.
 
"Ini lima yang masih kami tunggu, masih ada waktu. Kami harapkan kehadiran kelima lagi," ujar Yusri.
 
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono sendiri terlihat hadir memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Viktor tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Selasa, sekitar pukul 10:42 WIB, tapi tidak memberikan komentar kepada wartawan dan langsung masuk ke ruang penyidik.
 
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari 25 orang saksi terkait kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, pada Rabu (8/9) dinihari. Kasus kebakaran itu sendiri sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.
 
"Di Polda Metro Jaya ada 12 orang yang diperiksa yaitu pegawai lapas yang bertugas pada malam itu. Kita periksa dan BAP (berita acara pemeriksaan), kemudian ada tiga saksi dari PLN," ujar Yusri.
 
Menurut Yusri, untuk saksi yang diperiksa di Polres Metro Kota Tangerang terdiri dari, tiga petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang bertugas memadamkan api pada saat kejadian kebakaran. Lalu tujuh warga binaan Lapas Tangerang.
 
"Warga binaan dari blok C2 yang waktu itu mengetahui dan mengalami luka ringan. Petugas PLN yang bekerja di TKP (tempat kejadian perkara) dan petugas Damkar juga yang bekerja saat itu," ungkap 

Korban Tewas
Untuk diketahui, jumlah korban tewas pada insiden kebakaran di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten, bertambah dua orang, sehingga saat ini total jumlah keseluruhan menjadi 48 orang meninggal dunia.
 
"Saya informasikan update tentang pasien-pasien korban kebakaran dari Lapas Kelas I Tangerang. Tambahan yang meninggal kemarin pada tanggal 13 September itu ada dua orang, dan dari 10 yang dirawat sekarang tersisa 3 pasien lagi," kata Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani di Tangerang, Selasa.
 
Ia mengatakan, dari tambahan dua narapidana korban kebakaran yang meninggal tersebut yaitu berinisial M (44) dan I (27) dengan kondisi luka bakar 20% sampai 98%.
 
"Meninggalnya tuan M itu pada pukul 18.00 WIB dan tuan I meninggal sekitar pukul 19.00 WIB, keduanya sudah menjalani perawatan," katanya.
 
Ia menuturkan, untuk saat ini kedua jenazah narapidana Lapas Tangerang itu, masih ada di tempat pemulasaran jenazah milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.
 
Kemudian, lanjut dia, hingga kini pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang tersisa tinggal tiga orang, dari ketiga pasien itu yakni berinisial N (34), Y (33) dan S (35).
 
"Dan sisa pasien yang dirawat ada tiga, yaitu tuan Y, S, dan N. Ketiga pasien ini kondisinya relatif stabil," tambahnya.
 
Ia juga menyebutkan, untuk pasien S yang kondisinya membaik bahkan sudah bisa berkomunikasi serta makan secara mandiri. Rencananya pada hari ini akan dilakukan operasi reduction internal fixation (ORIF) reposisi tulang.
 
"Untuk pasien S hari ini akan dilakukan operasi reposisi tulang yang patah di kaki sebelah kiri," ujarnya.
 
Sebelumnya diketahui, RSUD Kabupaten Tangerang telah melakukan perawatan terhadap 10 orang yang mengalami luka berat dan ringan dari korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Mereka yang dirawat mengalami luka bakar dengan kondisi 20% hingga 90%.

 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA