Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|09:46 WIB

Penyidik Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Asabri

Edward Soerjadjaya salah satunya. Ketiga tersangka tengah ditahan dalam perkara beda

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageLogo PT Asabri (Persero). ANTARA/HO

JAKARTA – Tim penyidik Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung kembali menetapkan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana dan investasi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Asabri (Persero), pada Selasa (14/9). Total, ada 13 tersangka perorangan dalam kasus ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer mengatakan, ketiga tersangka adalah pengusaha Edward Seky Soerjadjaya (ESS). Edward merupakan mantan Direktur Ortus Holding, Ltd. Lalu, Bety (B) selaku Mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas dulu PT Milenium Danatama Sekuritas. Terakhir, Rannier Abdul Rachman Latief selaku Komisaris PT Sekawan Inti Pratama.

Leonard menguraikan keterlibatan tersangka berawal pada 2012. Ada pertemuan antara direksi Asabri dengan tersangka Betty dan Edward terkait rencana penjualan saham PT Sugih Energi (SUGI) Tbk. 

Edward lalu meminta bantuan Betty selaku Komisaris PT Millenium Danatama Sekuritas dan LAC selaku Pemilik PT Millenium Capital Management untuk menjual saham SUGI.

“Dengan kesepakatan jika B dapat menjual satu lembar saham SUGI maka akan mendapatkan dua lembar saham SUGI," kata Leonard saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/9). 

Betty yang mengelola saham SUGI aktif itu melakukan transaksi di antara nominee-nomineenya sendiri sehingga berhasil menaikkan harga saham SUGI. Edward lalu memberikan saham SUGi ke Betty kemudian sebanyak 250 miliar lembar saham. Transaksinya dilakukan secara free of payment (FOP) melalui nominee Edward di Millenium Danatama Sekuritas. 

Periode 2013-2015, harga saham SUGI naik karena dibeli oleh nominee-nomineenya Betty di PT Millenium Danatama Sekuritas, dia menjual saham SUGI ke PT Asabri.

Karena saham SUGI tidak memiliki fundamental baik dan bukan merupakan saham yang likuid, sehingga harga terus turun. Hingga saham SUGI turun menjadi Rp140 per lembar, PT Asabri bekerja sama dengan empat Manajer Investasi. Yakni, untuk memindahkan saham SUGI dari portofolio saham Asabri menjadi underlying portofolio reksa dana milik PT Asabri di reksa dana Guru, reksa dana Victoria Jupiter, Reksadana Recapital Equity Fund, Reksadana Millenium Balanced Fund dan Reksadana OSO Moluccas Equity Fund. Pemindahan itu dilakukan tidak dengan harga pasar wajar tetapi dengan harga perolehan. 

Sisa saham SUGI yang masih ada di portofolio saham PT Asabri kemudian dijual di bawah perolehan (cutloss) pada PT Tricore Kapital Sarana, lanjut Leonard.

Leonard menyebut, ketiga tersangka berstatus terpidana dan terdakwa. Dia merinci, Edward dan Bety merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi terkait Dana Pensiun Pertamina. 

Saat ini, dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Salemba, Jakarta Pusat. Sedangkan, Bety ditahan di Lapas Perempuan Kelas II A, Tangerang. 

Sementara, Rannier merupakan terdakwa kasus Danareksa. Rannier saat ini ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA