Selamat

Minggu, 20 Juni 2021

KESRA

11 Juni 2021|15:40 WIB

Penyaluran Bantuan Bencana Diberikan Kepada Pihak Yang Paling Siap

Mensos tidak akan pilih-pilih siapa yang harus menerima bantuan

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageMensos Tri Rismaharini. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menegaskan, penyaluran bantuan bencana tidak seharusnya diserahkan kepada pihak tertentu. Misalnya kepada kepala daerah.

Menurutnya, penyerahan bantuan bencana bisa diberikan kepada pihak yang paling siap dan memungkinkan dalam menerima bantuan.

“Bantuan bencana bisa lewat siapa saja. Bisa kapolres, bisa dandim, bisa dapur umum. Siapa saja. Yang penting tanda terimanya jelas. Di Subang, aku kasih kapolsek karena dia bikin dapur umum,” kata Risma dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/6).

Risma mengatakan, kecepatan menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan logistik kepada para penyintas bencana. Sebab, kondisi bencana membuat penyintas mengalami segala keterbatasan, khususnya kebutuhan untuk mendapatkan bantuan logistik. 

Atas alasan itulah, ujar Risma, dirinya tidak akan pilih-pilih siapa yang harus menerima bantuan bencana dari Kemensos. Hal ini didasari pertimbangan agar masyarakat penyintas bencana segera dapat tercukupi kebutuhan dasarnya.

“Bagi aku enggak masalah. Yang penting warga enggak kelaparan,” ujar Risma.

Hal ini juga dilakukan Risma saat menyalurkan bantuan kepada pengungsi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kabupaten Alor.

Risma menjelaskan, untuk bisa menjangkau daerah bencana di Alor yang terdampak parah karena siklon seroja membutuhkan perjuangan keras. Ia sangat memahami kebutuhan masyarakat Alor terhadap bantuan logistik dari pemerintah.

Risma menyatakan, kedatangannya di Adonara yang belum tiga hari pascabencana sudah disambut reaksi emosional masyarakat.

“Nah ini di Alor kan sudah lebih dari tiga hari. Tapi memang kapal saya tidak bisa merapat,” kata dia.

Dengan pertimbangan sama, ia memutuskan menerbangkan bantuan dari Surabaya. Sebab, bantuan yang didatangkan dari Jakarta akan lebih lama sampai ke lokasi bencana.

Namun saat tiba di lokasi, persoalan tidak semudah yang dibayangkan karena dampak siklon seroja belum sepenuhnya pulih. Jadi, otoritas syahbandar belum mengizinkan adanya aktivitas pelayaran.

Risma kemudian menyambut bantuan dari pejabat DPRD Kabupaten Alor yang membantu mendistribusikan bantuan kepada penyintas bencana. 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER