Penurunan Deforestasi Dinilai Bukan Karena Upaya Pemerintah | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|21:00 WIB

Penurunan Deforestasi Dinilai Bukan Karena Upaya Pemerintah

Klaim keberhasilan penurunan laju deforestasi oleh pemerintah seharusnya ditunjukkan dengan penurunan luasan konsesi

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

Penurunan Deforestasi Dinilai Bukan Karena Upaya PemerintahIlustrasi hutan. Shutterstock/dok

JAKARTA – Forest Watch Indonesia (FWI) menanggapi klaim keberhasilan pemerintah terkait penurunan laju deforestasi di Indonesia. Direktur Eksekutif FWI Mufti Fathul Barri mengatakan, penurunan deforestasi terjadi bukan karena upaya yang telah dilakukan pemerintah, melainkan karena sumber daya hutan di Indonesia yang mulai habis.

"Pada hakikatnya deforestasi memang akan selalu turun. Tapi bukan karena intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, tapi karena memang situasi hutannya yang sudah habis," ujar Mufti dalam webinar bertajuk 'Menteri Siti vs Everybody', Kamis (25/11).

Mufti mengatakan, luas wilayah hutan di Sumatra dan Kalimantan terus berkurang. Bahkan, saat ini terjadi pergeseran area-area terdeforestasi yang mengarah ke wilayah timur.

Hal ini tergambar dari peta indikatif arahan pemanfaatan hutan produksi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Setiap tahunnya, sambung Mufti, proporsi izin pemanfaatan hutan produksi meningkat di Papua, Sulawesi, dan Maluku.

"Dari situ kan sudah sangat jelas kalau rupanya izin-izin untuk HPH (hak pengusahaan hutan), HTI (hutan tanaman industri) ke depannya diarahkan oleh KLHK ke wilayah timur yang memang masih memiliki hutan," paparnya.

Klaim keberhasilan penurunan laju deforestasi juga seharusnya ditunjukkan dengan penurunan luasan konsesi. Mufti mengatakan, total luasan HPH, HTI dan perkebunan kelapa sawit selama 20 tahun terakhir tidak mengalami perubahan yang signifikan, atau selalu berada di kisaran angka 40 juta hektare.

"Artinya, tidak ada penurunan dari sisi lahan atau hutan yang dikuasai oleh korporasi. Sehingga sangat janggal, karena selama ini yang menjadi faktor utama atau driver deforestasi di Indonesia salah satunya korporasi industri ekstraktif yang memang menguasai hutan dan lahan," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER