Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

KESRA

04 Mei 2021|11:09 WIB

Pemerintah Diminta Tak Likuidasi Batan dan Lapan

Kedua lembaga diamanatkan oleh undang-undang

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi Badan Badan Tenaga Nuklir Nasional. Humas Batan

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah tidak membubarkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) untuk digabungkan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ia menilai Batan dan Lapan, adalah badan pelaksana tugas pokok ketenaganukliran dan badan penyelenggara keantariksaan serta penerbangan. Jadi jika kedua lembaga ini dibubarkan, akan terjadi kekosongan pelaksanaan tugas atas amanat undang-undang.

"Jika pembubaran itu dilakukan, pemerintah juga bisa dianggap melanggar Undang-Undang (UU) No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dan UU No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan," urai Mulyanto dalam keterangan tertulis, Senin (4/5).

Ia mengusulkan, pemerintah cukup menggabungkan fungsi penelitian serta pengembangan Batan dan Lapan saja ke dalam BRIN. Sementara, pelaksanaan tugas lainnya tetap berada di lembaga tersendiri Batan dan Lapan. 

"Ini saja integrasinya belum tentu mudah dan cepat, apalagi kalau yang diintegrasikan bukan sekedar program/kegiatan, tetapi termasuk SDM dan kelembagaan," imbuh Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini.

Sebelumnya, beredar wacana bahwa pemerintah akan melebur LPNK (lembaga pemerintah non kementerian) yang berada di bawah koordinator Kementerian Ristek ke dalam BRIN, termasuk Batan dan Lapan.

Kebijakan ini dilakukan berdasarkan UU nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas IPTEK). Rencananya seluruh lembaga dan badan terkait penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan iptek baik yang ada di bawah LPNK ristek maupun Balitbang Kementerian Teknis akan digabung ke dalam BRIN.

“Berdasarkan UU Sisnas Iptek, BRIN memang ditugaskan melaksanakan litbang dari hulu ke hilir, dari invensi sampai inovasi secara terintegrasi. Namun kalau sampai membubarkan atau melebur Batan dan Lapan ke dalam BRIN itu sudah berlebihan,” papar Mulyanto. 

Menurut Mulyanto, saat ini justru Indonesia sangat perlu keberadaan Batan dan Lapan sebagai pendukung tercapainya kesejahteraan nasional. Terlebih, kinerja yang ditunjukkan oleh kedua lembaga ini dinilai Mulyanto cukup bagus.

Batan diperlukan dalam optimalisasi pemanfaatan tenaga nuklir untuk kehidupan sehari-hari. Sementara Lapan diperlukan untuk penyelenggara kegiatan keantariksaan dan penerbangan publik.

“Prestasi dan capaian kinerja Batan dan Lapan saat ini sudah cukup bagus. Harusnya pemerintah terus mendukung agar badan dan lembaga ini terus meningkat dan berkembang. Bukan malah terancam dilebur atau dibubarkan,” imbuh Mulyanto. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER