Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

HUKUM

03 Mei 2021|11:54 WIB

Pemberantasan Korupsi Butuh Peran Masyarakat

Mesti jeli awasi pelayanan publik. Berani lapor kalau ada yang tidak beres

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageDeputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan. Validnews/Herry Supriyatna

JAKARTA – Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan, pemberantasan korupsi di Indonesia tidak akan berhasil jika tidak ada peran masyarakat. Peran masyarakat yang paling realistis adalah mengkritisi pelayanan publik yang disampaikan pemerintah.

"Masyarakat harus tahu, terkait program-program dari pemerintah. Kalau ada yang tidak beres, harus dilaporkan," kata Pahala dalam acara diskusi yang disaksikan secara daring, Senin (3/5).

Dia mengatakan, masyarakat bisa melaporkan yang berkaitan dengan korupsi melalui aplikasi Jaringan Pencegahan Korupsi (JAGA). Lewat JAGA, KPK ingin memastikan seluruh program pemerintah bisa berjalan dengan baik, termasuk saran dari masyarakat melalui JAGA.

Saat ini, kata Pahala, JAGA kembali mengembangkan fitur baru sebagai salah satu menu pada platform pencegahan korupsi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. 

Dalam menu Penanganan Covid-19, KPK berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyediakan literasi untuk masyarakat berupa infografis tentang prosedur penanganan, insentif dan santunan tenaga kesehatan, vaksinasi, serta klaim rumah sakit dalam bentuk panduan dan format tanya jawab beberapa topik yang sering ditanyakan atau FAQ.

Tidak hanya itu, JAGA Penanganan Covid-19 juga membuka kanal keluhan terkait penanganan covid-19. Keluhan yang masuk akan ditindaklanjuti langsung oleh dinas kesehatan setempat dan Kemenkes dengan koordinasi dan monitoring dari KPK.

Selain penambahan menu baru, JAGA juga terus melakukan pengembangan terkait aspek teknologi dan tampilan. Dengan JAGA v6, tampilan dan desain baru JAGA kini memberikan kenyamanan untuk penggunaan lintas platform. Tampilan data dan informasi menjadi lebih ringkas, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan eksplorasi fitur-fitur JAGA lainnya lebih jauh.

"KPK memfasilitasi saja, semua data petunjuk datang dari kementerian dan lembaga terkait," ujarnya.

Adapun, peluncuran JAGA Penanganan Covid-19 menyusul fitur JAGA Bansos yang dirilis setahun lalu untuk melakukan monitoring atas distribusi bantuan sosial selama pandemi Covid-19. Sejak diluncurkan pada 29 Mei 2020, KPK mencatat hingga 31 Desember 2020 total 1.982 keluhan terkait distribusi bansos diterima, dengan 1.074 keluhan telah selesai ditindaklanjuti. Selain itu, tercatat tidak kurang dari 3 juta jumlah akses melalui situs (web) maupun aplikasi (apps) dengan jumlah unduhan sebanyak 171.227 kali.

"Masyarakat dapat mengakses JAGA melalui situs JAGA.ID atau mengunduhnya pada gawai melalui Google Play Store maupun App Store," pungkas Pahala.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER