Selamat

Minggu, 5 Februari 2023

NASIONAL

28 November 2022

20:55 WIB

Panglima TNI Baru Harus Fokus Kuatkan Kogabwilhan

Laksamana TNI Yudo Margono merupakan calon tunggal pengganti Panglima TNI Andika Perkasa yang akan pensiun tanggal 21 Desember 2022

Editor: Nofanolo Zagoto

Panglima TNI Baru Harus Fokus Kuatkan Kogabwilhan
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono saat memimpin jalannya upacara Pembaretan Prajurit Korps Marinir TNI AL TA.2021, Selasa (7/12/2021). ANTARA FOTO/Serma Mar Kuwadi/Handout/MRH

JAKARTA - Pengamat militer, Anton Aliabbas mengatakan, Panglima TNI yang baru harus fokus kepada penguatan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) TNI.  

"Mengingat terus meningkatnya dinamika di kawasan Laut China Selatan dan Asia Timur, ada baiknya Laksamana Yudo Margono yang ditunjuk sebagai calon panglima TNI untuk memperkuat interoperabilitas Kogabwilhan," kata dia di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (28/11).

Kogabwilhan yang dulu bernama Kowilhan di tubuh TNI bukanlah barang baru, karena pernah diterapkan pada masa Orde Baru, saat TNI bernama ABRI. 

Sebagai mantan panglima Kogabwilhan I TNI, kata dia, Margono tentu saja sedikit banyak memahami tantangan yang dihadapi komando utama operasi TNI. Oleh karena itu, penguatan interoperabilitas dan penggunaan kekuatan gabungan TNI menjadi penting untuk meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata menghadapi eskalasi ancaman, dinamika sengketa atau pendadakan strategis maritim.

Di sisi lain, kata dia, Margono juga hendaknya dapat merealisasikan kebijakan terkait perubahan pendekatan dalam menangani konflik Papua.

"Reorientasi militer di Papua dan Papua Barat hingga kini masih belum terlihat dengan jelas. Dan kebijakan ini adalah batu uji krusial untuk panglima mendatang," kata kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu.

Menurut dia, perubahan kebijakan di Papua penting karena memang masalah ini belum mendapatkan perubahan secara signifikan dan isu Papua adalah yang masih menjadi problem keamanan nasional yang signifikan.

Dia mengingatkan, kejelasan bagaimana pendekatan nonkekerasan dan reorientasi militer pasca-terbentuknya Daerah Otonomi Baru di Papua menjadi penting. Karena sejauh ini yang muncul adalah kabar burung terkait rencana penambahan sejumlah komando teritorial di Bumi Cenderawasih.

"Wacana soal reorientasi sudah diungkapkan Jenderal TNI Andika Perkasa pada awal menjabat Panglima TNI. Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, juga sempat menyinggung soal pendekatan secara manusiawi di Papua. Agar pernyataan tersebut tidak hanya berhenti pada pada kata-kata, maka institusionalisasi dari ucapan tersebut menjadi penting," paparnya.

Kesejahteraan Prajurit
Meskipun tidak akan genap 12 bulan menjabat, Margono tetap dimimnta ikut memikirkan bagaimana perbaikan kesejahteraan prajurit TNI.

"Kesejahteraan sejatinya tidak semata-mata terkait peningkatan penghasilan yang didapatkan prajurit TNI setiap bulan atau terkait penugasan. Integrasi isu pendidikan anak dalam skema mutasi/promosi prajurit hingga perbaikan kemudahan pembiayaan keuangan/fasilitas kredit menjadi penting untuk dibahas secara konkret," ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan surat presiden kepada Ketua DPR, Puan Maharani, perihal nama calon pengganti Perkasa, yang akan pensiun pada 21 Desember nanti. Satu-satunya nama dalam surat presiden itu adalah Yudo Margono.

"Jika proses pergantian lancar maka Yudo akan menjadi kepala staf TNI AL ke-3 yang menjabat posisi Panglima TNI di era reformasi, setelah Laksamana TNI Widodo AS dan Laksamana TNI Agus Suhartono," kata Aliabbas. 

Menurut dia, penunjukan Yudo sebagai Panglima TNI akan 'mengakhiri' sikap anomali yang kerap ditunjukkan Presiden Jokowi dalam mengelola TNI.

Selain memberi kesan adanya komitmen penguatan Poros Maritim Dunia, Jokowi setidaknya memperhatikan arti pentingnya jabatan panglima TNI dijabat bergantian. Risalah singkat tentang Poros Maritim Dunia menjadi salah satu pokok materi pidato pelantikan Jokowi pada termin pertama pemerintahannya di depan sidang MPR/DPR/DPD, pada 20 Oktober 2014.

Tantangan Panglima TNI
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani, menyambut baik dan meyakini Presiden sudah mempertimbangkan banyak hal terkait penunjukan Laksamana TNI Yudo Margono, sebagai calon tunggal panglima TNI.

"Tentu kami menyambut baik hal ini sebagai bagian dari hak prerogatif presiden. Komisi I pun siap melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap beliau," kata dia, dalam keterangan tertulis pada hari yang sama.

Ia yakin Margono memiliki kemampuan yang bisa membawa institusi TNI ke depannya lebih baik lagi. "Karena pasti yang diusulkan ke DPR itu yang terbaik dan tentu juga profesional," ujarnya.

Meski demikian, dia mengingatkan tantangan saat menjalankan tugas sebagai panglima TNI tidak akan mudah. "Bicara dinamika pertahanan tentu ke depannya akan lebih dinamis lagi, baik regional maupun global. Apalagi kita juga dihantui tantangan ekonomi yang juga menuntut kerja bersama TNI utamanya konteks ketahanan pangan. Ini juga penting," tuturnya.

Selain itu, ujarnya lagi, panglima baru TNI akan berhadapan pula dengan dinamika politik jelang Pemilu 2024 yang memerlukan perhatian lebih dalam memastikan pemilu berjalan aman, sukses, serta institusi TNI sendiri tidak terjebak dalam praktek politik praktis.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER