Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

21 Juli 2021|13:57 WIB

Ombudsman Temukan Maladministrasi TWK Pegawai KPK

Ada tiga temuan terkait TWK pegawai KPK

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageLobi Kantor Merah Putih (KPK). Ist

JAKARTA – Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Mokhammad Najih mengatakan, pihaknya telah menemukan maladministrasi dalam proses alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Dia menjelaskan, dalam hasil pemeriksaan secara keseluruhan ORI memfokuskan tiga isu utama. Pertama berkaitan dengan rangkaian proses pembentukan kebijakan proses peralihan pegawai KPK menjadi ASN. Kedua, terkait proses pelaksanaan dari peralihan status. Ketiga, terkait tahap penetapan hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Tiga hal ini yang oleh Ombudsman ditemukan potensi-potensi maladministrasi, dan secara umum maladministrasi kita temukan," kata Najih dalam konferensi pers yang disaksikan secara daring, Rabu (21/7).

Ombudsman, kata Najih, memandang bahwa temuan pertama atau hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Ketua KPK, Firli Bahuri atau Pimpinan KPK. Soal temuan kedua, akan disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. 

"Dan yang ketiga, terkait surat saran yang kami sampaikan kepada presiden agar temuan maladministirasi yang ditemukan Ombudsman bisa diambil langkah selanjutnya," kata dia.

Pada kesempatan sebelumnya, anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng mengatakan, pihaknya bekerja secara cermat dan independen dalam memproses aduan dugaan malaadministrasi itu.

Sebelumnya, semua pimpinan KPK dilaporkan ke Ombudsman atas dugaan malaadministrasi pada proses tes TWK pada Rabu (19/5) lalu.

Pelaporan itu dilakukan oleh 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus atau tak memenuhi syarat (TMS) dalam asesmen TWK tersebut.

Selain melaporkan ke Ombudsman, pegawai KPK juga melayangkan aduan ke Komnas HAM perihal dugaan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan TWK. Komnas HAM menargetkan penyelesaian laporan itu pada Juli 2021.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA