Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|19:57 WIB

Nadiem: Sejumlah Kampus Kembangkan Laptop Dalam Negeri

Tiga perguruan tinggi bentuk konsorsium untuk hal ini

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi laptop. ANTARA

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, beberapa perguruan tinggi di Tanah Air tengah mengembangkan laptop buatan dalam negeri yang disebut laptop merah putih. Perguruan tinggi tersebut antara lain ITB, ITS, dan UGM.

"Mereka membentuk konsorsium yang menjalin kerja sama dengan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam negeri untuk memproduksi laptop merah putih. Ini menjadi salah satu kebanggaan kita," ujar Nadiem, Kamis (22/7).

Belanja pemerintah untuk produk dalam negeri (PDN) sektor pendidikan, khususnya TIK masih rendah dibanding produk impor. Sementara target penggunaan produk TIK dalam negeri melalui pengadaan barang pemerintah mencapai Rp17 triliun di 2024.

Selain perguruan tinggi, proses produksi dari laptop produk dalam negeri (PDN) itu juga melibatkan SMK dalam perakitan dan tenaga aftersales service. Setidaknya ada sekitar 400 SMK dan politeknik yang terlibat dalam ekosistem produksi ini pada tahap awal.

Menurut dia, pengembangan laptop PDN ini bukan hanya akan mendorong modernisasi industri dalam negeri. Tetapi juga sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar yang mengupayakan pembelajaran berbasis proyek atau project based learning.

SMK maupun perguruan tinggi dan politeknik akan didorong bekerja sama dengan industri untuk mengembangkan teknologi PDN. Link and match dalam aktivitas industri dan riset terapan ini bahkan sudah menjadi bagian dari kurikulum SMK dan perguruan tinggi.

"Tapi harapannya ke depan bukan hanya laptop dan bukan hanya kebutuhan dari Kemendikbudristek atau sistem pendidikan kita, tetapi berbagai macam jenis produk ini bisa melibatkan ekosistem perguruan tinggi dan SMK kita," ucap Nadiem.

Pengembangan laptop PDN juga menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan digitalisasi sistem pendidikan. Mantan bos Gojek itu berpendapat salah satu manfaat digitalisasi adalah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi bagi sekolah.

Dia mencontohkan platform Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Platform serupa e-commerce untuk sekolah belanja barang ini diklaim akuntabilitas karena semua penfadaan tercatat secara digital dan transparan untuk dianalisis oleh pemerintah pusat.

"Digitalisasi dan transparansi ini nyambung sekali. Kami melihat sekarang pelaporan dana BOS melalui digital itu meningkat dari 60% sekian menjadi sekarang sudah di atas 95%. Karena kami pindah lewat sistem digital," urai dia.

Nadiem mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan semua stakeholders terkait seperti LKPP agar sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk laptop dan perangkat TIK dalam negeri lainnya menjadi bagian dari katalog SIPLah.  

"Dengan demikian, sekolah ini bisa memprioritaskan laptop PDN dalam pembelajaran mereka. Jadi ujung-ujungnya kami arahkan, kami bimbing, ke dalam produk-produk PDN," pungkas dia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA