Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

22 Juli 2021|21:00 WIB

Nadiem Klaim Sudah Kirim 190 Ribu Laptop ke 12 Ribu Sekolah

Anggaran yang dipakai Rp1,3 triliun

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageMendikbudristek Nadiem Makarim. ANTARAFOTO/Aprillio Akbar

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim klaim telah mengirim 190 ribu laptop kepada 12 ribu sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, dengan total anggaran mencapai Rp1,3 triliun.

"Seratus persen dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop produk dalam negeri (PDN) dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Tentunya kami terus melakukan pembelajaran PDN di tahun berikutnya," ujarnya, Kamis (22/7).

Dia menjelaskan pengadaan laptop tersebut merupakan salah satu kebutuhan digitalisasi sekolah yang tidak bisa dihindari. Bahkan, digitalisasi sekolah dinilai menjadi salah satu cara agar kualitas pendidikan nasional bisa melompat lebih baik ke depan.

Digitalisasi sekolah membuat guru-guru bisa mengakses informasi dan materi yang lebih variatif, sehingga memperkaya materi pembelajaran. Para siswa pun diharapkan bisa mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi terutama di masa pandemi ini.

"Jadi sampai 2024 ini kami ada program untuk digitalisasi sekolah, laptop, dan semua sarana pendukungnya. Di antaranya itu ya laptop yang utama, projector, dan juga internet router," ungkap Nadiem.

Pemerintah, lanjutnya, mengalokasikan Rp2,4 triliun lagi Dana Alokasi Khusus pendidikan di 2021 untuk membeli 240 ribu laptop. Semua pengadaan perangkat digitalisasi sekolah yang sudah dan akan dibeli dipastikan merupakan produk dalam negeri (PDN).

"Pemanfaatan PDN ini memberi dampak luar biasa bagi kemajuan kita. Peningkatan hilirisasi dari temuan riset perguruan tinggi, produk SMK, ini menjadi salah satu prioritas kami dalam upaya peningkatan kualitas SDM di Indonesia," urai dia.

Menurut mantan bos Gojek itu, penggunaan PDN akan mendorong industrialisasi atau modernisasi industri dalam negeri. Terlebih produksi laptop PDN pun melibatkan siswa-siswa SMK, terutama dalam praktik perakitan dan menjadi tenaga after sales service.

Tidak hanya pengadaan untuk sekolah, Nadiem menyatakan akan memaksimalkan teknologi PDN untuk kementeriannya sendiri. Diharapkan hal ini menjadi praktik salah satu contoh praktik baik dalam pelaksanaan pembelian produk-produk dalam negeri.

"Jadi keberhasilan ini berawal dari kecintaan kita dan kebanggaan kita atas produk dalam negeri," pungkas dia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA