Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|11:54 WIB

Muhadjir Harap Perguruan Tinggi Tanamkan Sikap Antikorupsi

Mahasiswa diharapkan lulus dengan bermodalkan integritas

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi korupsi. Ist

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, meminta perguruan tinggi untuk menanamkan sikap mental yang berintegritas dan anti korupsi ke mahasiswa sebagai generasi pemimpin bangsa.

Menurut Muhadjir, perguruan tinggi memiliki peranan besar terutama di dalam menanamkan semangat kebangsaan bagi setiap mahasiswa. Terlebih, bangsa Indonesia saat ini masih dihadapkan pada persoalan minimnya integritas dan praktik korupsi yang merajalela.

“Tantangan zaman tidak hanya didominasi oleh kemampuan dalam menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki mental yang tangguh dan bertanggung jawab,” ungkap Muhadjir dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (14/9) malam.  

Muhadjir mengatakan, krisis integritas dan praktik-praktik korupsi dalam penyelenggaraan negara merupakan cermin buruknya sikap mental yang dimiliki suatu bangsa. 

Dengan demikian, tantangan ke depan bangsa Indonesia adalah menanamkan sikap mental kepada generasi penerus bangsa. Tidak ada artinya pengetahuan apapun yang dimiliki mahasiswa, kemampuan teknologi yang didapat, kecuali diperkuat dengan integritas, kejujuran, kerja keras.

Selain itu, untuk menjadi pemimpin yang dapat berpikir jernih, para generasi muda ini harus kenyang terlebih dahulu secara mental. Punya sikap mental yang tidak rakus, menerima apa adanya, bisa menempatkan diri dengan baik, dan mensyukuri apa yang didapat.

“Itulah ciri-ciri orang yang sudah kenyang secara mental, segala sesuatu yang bersifat duniawi belum tentu membuat seseorang kenyang secara mental. Bisa jadi orang yang kekayaannya sudah ratusan miliar, uang triliunan, masih melakukan korupsi” tegas Muhadjir.

Harus diakui praktik-praktik korupsi di Indonesia belum mencapai titik yang rendah. Dalam penanganannya juga belum optimal, bahkan sulit dipetakan dan sulit diurai. 

Tentu saja ini bukan keputusan mudah untuk berkomitmen dalam memajukan bangsa. Ia menekankan apabila praktik korupsi dibiarkan bergerak liar tanpa ada penekanan dan tanpa ada gerakan untuk membasmi praktik itu, maka cita-cita luhur bangsa Indonesia tidak akan tercapai.

"Sekali lagi, praktik korupsi ini adalah mental terburuk di dalam diri bangsa kita yang harus betul-betul direvolusi mental. Itu kalau kita ingin menjadi bangsa yang unggul, bersih, dan tentu saja mendapatkan pengakuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Di samping itu, pemimpin masa depan juga harus memiliki etos kerja yang tinggi, tangguh, dan kreatif. Semakin banyak kreativitas diciptakan oleh bangsa ini maka Indonesia akan menjadi negara yang semakin unggul dan memiliki daya saing.

“Kunci dari persaingan salah satunya adalah tingginya kreativitas untuk merespons tantangan baru. Hal inilah yang kemudian menjadikan beban mahasiswa kita ke depan akan jauh lebih berat dengan tantangan yang semakin kompleks,” tutup Muhadjir.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA