Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

29 April 2021|16:20 WIB

MKD Bahas Kasus Azis Syamsuddin Usai Reses

MKD memastikan perkara Azis Syamsuddin sudah terdaftar

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageIlustrasi DPR. ANTARAFOTO/Nova Wahyudi

JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Habiburokhman memastikan, MKD siap membahas dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin dalam kasus suap. Ia memastikan, perkara itu telah terdaftar di MKD, namun baru akan dibahas setelah masa reses pada 6 Mei 2021. 

"Sudah terdaftar, aduan masyarakat juga sudah ada. Tapi rapat pimpinan dan rapat internal MKD membahas kasus itu kemungkinan dilaksanakan tanggal 6 Mei saat masa sidang baru dibuka," kata Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (29/4).

Ia menegaskan, pihaknya juga ingin segera membahas semua perkara yang dilaporkan ke MKD DPR, termasuk perkara Azis Syamsuddin. Namun, Habiburokhman menyebut pembahasan aduan, saat ini terkendala aturan soal reses.

Berdasarkan Pasal 1 Nomor 13 dan 14 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib menyebutkan bahwa Masa Sidang adalah masa DPR melakukan kegiatan terutama di dalam gedung DPR, dan Masa Reses adalah masa DPR melakukan kegiatan di luar masa sidang, terutama di luar gedung DPR untuk melaksanakan kunjungan kerja.

"Tentu kami ingin semua perkara segera dibahas, tapi kami harus mengacu pada aturan yang berlaku. Kami tidak bisa melakukan kegiatan di DPR pada masa reses karena saat reses kami harus ke dapil (daerah pemilihan)," terang Habiburokhman.

Sebelumnya, KPK telah menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Penggeledahan itu terkait dengan keterlinatan Azis menjadi perantara dalam kasus suap penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju. 

Penyidik KPK kemudian mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti saat menggeledah kantor dan rumah dinas Azis Syamsuddin.

"Dalam proses penggeledahan, ditemukan dan diamankan bukti-bukti di antaranya berbagai dokumen dan barang yang terkait dengan perkara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bagian Penindakan KPK, Ali Fikri.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER