Menkes: Telemedisin Tingkatkan Layanan Dan Akses Kesehatan | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

25 November 2021|18:02 WIB

Menkes: Telemedisin Tingkatkan Layanan Dan Akses Kesehatan

Kemenkes kini sedang menyusun tiga proyek integrasi untuk teknologi kesehatan

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Nofanolo Zagoto

Menkes: Telemedisin Tingkatkan Layanan Dan Akses KesehatanMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. ANTARAFOTO/Muhammad Adimaja

JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan, telemedisin berperan penting meningkatkan layanan dan akses kesehatan masyarakat saat ini. Pandemi covid-19 dinilai telah menunjukkan urgensi transformasi digital bagi sektor kesehatan.

"Tren telemedisin atau konsultasi medis secara daring menjadi salah satu wujud perubahan layanan kesehatan di masa pandemi, tanpa harus keluar rumah. Tetap di rumah adalah keharusan," ujar Budi, Kamis (25/11).

Hal itu dia sampaikan saat memberi sambutan sekaligus menjadi pembicara kunci di acara Indonesia Digital Conference 2021, dengan tema 'Percepatan Digitalisasi di Sektor Kesehatan'. Acara ini digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) secara virtual.

Menurut Budi, meningkatnya tren penggunaan telemedisin terjadi seiring semakin banyak orang yang menyadari kesehatan sebagai prioritas utama. Kondisi ini memerlukan dukungan penyesuaian agar akses kesehatan lebih mudah dijangkau masyarakat.

Kemenkes pun kini menyusun tiga proyek integrasi untuk teknologi kesehatan, yakni sistem data, pengembangan ekosistem, dan aplikasi pelayanan. Ditegaskan bahwa teknologi kesehatan menjadi salah satu pilar dalam transformasi digital merujuk 5 sasaran Jaminan Kesehatan Nasional.

"Digitalisasi sudah dilakukan untuk covid-19. Diharapkan sistem kesehatan bisa terintegrasi. Saya harapkan output yang luar biasa dari diskusi ini," ungkap Budi.

Senada dengan Menkes, Sekjen Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Lia Gardenia Partakusuma menyebutkan digitalisasi sektor kesehatan menjadi salah satu cara paling tepat untuk memperluas layanan kesehatan di era perubahan digital saat ini.

"Survei (menunjukkan) 60% dari rumah sakit telah menggunakan digital wave pertama ataupun sampai digital wave ketiga. Mereka sudah memanfaatkan beberapa perangkat (devices). Artinya, percepatan digital di kesehatan termasuk lumayan," imbuh Lia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), M Adib Khumaidi, berpendapat belum semua rumah sakit siap menyediakan layanan fasilitas telemedisin. Contohnya saja terkait perlindungan hukum dalam hal pemberian resep untuk pasien.

Berbeda dengan layanan di fasilitas kesehatan, layanan melalui telemedisin umumnya belum ada penyimpanan catatan rekam medis pasien. Padahal rekam medis tersebut sangat penting sebagai pertimbangan sebelum dokter memberikan resep.

"Kalau ada pasien baru dan tidak tahu ada rekam medisnya, maka itu berpotensi masalah hukum. Ini yang perlu dilindungi. Kita harus selesaikan kajian regulasinya terkait rekam medik elektronik apakah bisa?" ucapnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA