Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

POLITIK

09 Juni 2021|19:06 WIB

Mendagri Usul Anggaran Persiapan Pemilu 2024 Rp 1,9 Triliun

Anggaran tersebut untuk keperluan tiga direktorat jenderal di kementeriannya

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageMenteri Dalam Negeri Tito Karnavian. ANTARAFOTO/Muhammad Adimaja

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengajukan usulan anggaran tahun 2022 sebesar Rp1,902 triliun untuk persiapan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024. Anggaran tersebut diajukannya dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (9/6).

"Mohon dukungan dari DPR RI, agar kebutuhan anggaran lebih-kurang sebesar Rp1,902 triliun dapat disetujui dan diakomodasi dalam pagu anggaran Kemendagri tahun 2022," ujar Tito.

Dia mengatakan, anggaran tersebut akan disebar untuk tiga direktorat jenderal (ditjen) di kementeriannya, yakni Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum), Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) dan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Adapun rinciannya, alokasi anggaran untuk Ditjen Polpum sebesar Rp1,6 triliun. Anggaran ini digunakan untuk pengembangan teknologi informasi pelayanan publik yang terintegrasi dan seleksi penyelenggara komisioner KPU Bawaslu. 

Selain itu, anggaran ini juga digunakan untuk kampanye partisipasi masyarakat sukses Pemilu Serentak 2024, forum komunikasi politik dalam rangka untuk mendukung suksesnya pemilu serentak dan sebagainya.

Kemudian, alokasi anggaran untuk Ditjen Adwil sebesar Rp 5,3 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk koordinasi peningkatan peran camat dalam rangka kelancaran tahapan penyelenggaraan pemilu. 

Anggaran ini juga digunakan untuk pemetaan daerah rawan konflik, pemetaan daerah rawan gangguan ketenteraman, ketertiban umum, termasuk masalah keamanan dari pandemi covid-19.

Lalu, total anggaran untuk Ditjen Dukcapil sebesar Rp 282 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan sistem sinkronisasi data kependudukan dengan sistem data pemilih (Sidalih), penyiapan data penduduk potensial pemilih (DP4), fasilitasi pencatatan perubahan kewarganegaraan, dan percepatan penyelesaian perekaman pencetakan KTP elektronik (KTP-el).

Lebih lanjut, Tito berharap agar pelaksanaan Pemilu dan Pilkada dapat berjalan dengan aman dan demokratis.

"Kami harap pemilu serentak dapat betul-betul berlangsung aman dan dalam suasana yang demokratis dan tentu kita harapkan partisipasi pemilih juga tinggi," kata Tito.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER