Selamat

Rabu, 22 September 2021

30 April 2021|20:18 WIB

Mendagri Harap Pemda Permudah Izin Berusaha

Agar bonus demografi bisa bermanfaat bagi pembangunan Indonesia

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageMendagri Tito Karnavian. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (pemda) mempermudah perizinan bagi investor yang hendak berusaha.

Pasalnya, tenaga kerja yang dimiliki Indonesia sangat melimpah, sehingga perlu diwadahi dengan lapangan kerja yang memadai.

"Ini berkaitan dengan kebutuhan lapangan kerja bagi penduduk Indonesia yang mengalami bonus demografi," urai Tito saat memberi arahan kepada kepala daerah di Gedung C Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4).

Tito mengatakan, bonus demografi akan menjadi keuntungan bagi percepatan pembangunan bila sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki unggul dan ketersediaan lapangan kerja mencukupi.

Namun bonus demografi ini juga dapat menjadi persoalaan apabila SDM tak memiliki daya saing dan lapangan kerja terbatas. "Akhirnya ini menjadi permasalahan kriminal dan lain-lain, gangguan keamanan, konflik sosial," imbuh Tito.

Tito mengungkapkan, pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, salah satu yang diinginkan pemerintah adalah membuka lapangan kerja secara luas.

Untuk merespons itu, selain membenahi sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, pemerintah juga telah melakukan langkah berupa perbaikan regulasi dengan diterbitkannya UU Cipta Kerja dan reformasi birokrasi.

Perbaikan regulasi dan birokrasi merupakan upaya untuk memudahkan investor dalam mengurus perizinan berusaha dan berinvestasi.

Untuk mendukung investasi, Tito meminta kepala daerah agar membuat tim untuk mendata peraturan-peraturan daerah yang dinilai menghambat iklim investasi. "Selain faktor keamanan, infrastruktur, dan situasi politik, para investor juga membutuhkan adanya kepastian hukum serta kemudahan untuk membuka usaha," kata Tito.

Keberadaan sector swasta dinilai penting untuk membuka lapangan kerja secara luas. Di tengah kondisi pandemi covid-19, kondisi keuangan APBN dan APBD mengalami penurunan sehingga sulit membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Peran swasta menjadi sangat kunci, swasta menjadi motor yang sangat penting untuk menyiapkan lapangan kerja,” kata Tito.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER