Selamat

Rabu, 22 September 2021

01 Mei 2021|08:11 WIB

Menaker: May Day Tahun Ini Untuk Merayakan Harapan

Harapan untuk semua sektor. Semua kalangan diminta jaga optimisme

Penulis: Leo Wisnu Susapto,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageMenteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah. ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan peringatan Hari Buruh atau May Day, 1 Mei tahun ini menjadi istimewa karena ini adalah perayaan atas harapan.

"May Day tahun ini harus kita maknai sebagai perayaan atas harapan untuk kita sama-sama membangun Indonesia ke arah yang menggembirakan, ke arah yang lebih baik, meskipun masih dalam pandemi covid-19," ujar Ida dalam pernyataan resmi Hari Buruh 2021 yang disampaikan via virtual di Jakarta, Jumat (30/4) malam seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, meski pandemi covid-19 telah berimbas besar bagi berbagai sektor, termasuk kesehatan dan perekonomian, Menteri Ida meminta semua pihak agar tetap menjaga optimisme.

Optimisme itu penting untuk menghadapi pandemi covid-19. Selain kreativitas dan inovasi yang juga harus terus dilakukan agar semua sektor dapat bangkit.

Dia sampaikan, pemerintah sudah melakukan beberapa langkan dan inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Termasuk, bantuan subsidi upah (BSU) dan berbagai program peningkatan kompetensi.

"Ada banyak inisiatif yang diambil oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, antara lain BSU yang diberikan pemerintah kepada pekerja terdampak covid-19," kata Menaker dalam pernyataan resmi Hari Buruh 2021 yang disampaikan via virtual di Jakarta, Jumat (30/4) malam seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Menteri Ida, ada berbagai program lain yang sudah, sedang dan terus dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanaker) untuk menangani dampak pandemi covid-19. Seperti, pelatihan vokasi dengan metode blended training atau pelatihan campuran.

Kemudian, program pemagangan di industri, pelatihan peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja. Selanjutnya, sertifikasi kompetensi dan penempatan tenaga kerja dalam negeri.

Terdapat pula langkah penempatan tenaga kerja luar negeri, pelatihan wirausaha baru, inkubasi bisnis, padat karya dan gerakan pekerja sehat.

Menjelang Idul Fitri, Kemenaker juga memastikan mengeluarkan kebijakan terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan kepada pekerja dan buruh yang harus diberikan secara penuh.

Menaker Ida berharap stimulus tersebut akan dapat menggerakkan konsumsi masyarakat yang akan berdampak pula pada kinerja berbagai perusahaan.

"Kita tidak akan berhenti di sini. Inisiatif lainnya akan terus saya dorong untuk segera dilaksanakan,” urai Ida.

Terkait perayaan Hari Buruh yang akan dilakukan para pekerja di seluruh Indonesia, Menaker secara khusus mengingatkan bahwa pandemi masih tetap berlangsung dan kegiatan harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang tertib untuk mencegah penularan covid-19.

"Situasi saat ini masih pandemi. Saya ingatkan sekali lagi agar teman-teman pekerja atau buruh maupun teman-teman pengusaha yang nanti merayakan May Day agar tetap mengikuti protokol kesehatan," tutur Ida.

.
Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER