Selamat

Rabu, 22 September 2021

26 Juli 2021|09:14 WIB

Mahfud Minta Tokoh Lintas Agama Bantu Atasi Covid-19

Pemerintah sudah maksimal. Tokoh agama ajak umat patuhi prokes

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageSeorang warga berjalan di samping spanduk protokol kesehatan di Tamansari, Jakarta. ANTARAFOTO/Wahyu Putro A

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, meminta tokoh lintas agama dapat membantu upaya pemerintah dalam menangani pandemi covid-19.

Dikatakan Mahfud, para tokoh lintas agama dapat mengingatkan umatnya masing-masing, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan dan keikutsertaan vaksinasi. 

"Mohon para tokoh bantu pemerintah. Mengingatkan umat, gembala, dan santri masing-masing. Kampanye protokol kesehatan. Ajak umat vaksinasi," kata Mahfud, Minggu (25/7) malam. 

Mahfud menegaskan, pemerintah telah berusaha maksimal menangani sektor kesehatan dan ekonomi dalam mengatasi pandemi covid-19. Di sektor kesehatan, pemerintah sudah melakukan pengadaan alat pelindung diri (APD), obat-obatan, vaksin, hingga masker.

Kemudian di sektor ekonomi, lanjutnya, pemerintah sudah menggelontorkan triliunan rupiah melalui bantuan sosial (bansos) dan segala macam insentif bagi pelaku usaha.

Karena itulah, kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, pemerintah meminta kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes dan mendukung program vaksinasi. 

"Pemerintah sudah berusaha maksimal," tegas Mahfud.

Sebagai informasi, pemerintah telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 2 Agustus 2021. Keputusan tersebut mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, dan dinamika sosial.

"Saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Selama PPKM Level 4 berlaku, dilakukan pembatasan pada sejumlah sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat makan atau restoran, transportasi, wisata, seni budaya, hingga sosial kemasyarakatan.

Namun, dalam PPKM kali ini pemerintah akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan ekstra hati-hati.

Dikatakan Jokowi, pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara itu, pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimum 50% hingga pukul 15.00 WIB.

Adapun, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Sementara warung makan, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00 WIB dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

"Pengaturan teknisnya diatur oleh pemerintah daerah," kata dia.

Untuk mengurangi beban masyarakat akibat pandemi covid-19, kata Jokowi, pemerintah juga meningkatkan pemberian bansos untuk masyarakat dan bantuan untuk usaha mikro.

Jokowi mengklaim, PPKM Darurat dan PPKM Level 4 sudah berhasil memperbaiki kondisi pandemi di Indonesia. Laju penambahan kasus, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR), dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Pulau Jawa.

"Kita tahu saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi covid-19. Akan tetapi, masyarakat harus selalu waspada akan penularan virus, terutama adanya varian Delta yang membahayakan.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA