Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

POLITIK

04 Mei 2021|16:51 WIB

Legislator Desak Pembenahan Aturan Peredaran Sianida

Tata kelola penanganan bahan berbahaya dan beracun seperti sianida harus terintegrasi

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageIlustrasi sianida. Shutterstock/dok

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, meminta peredaran bahan kimia sianida yang sangat beracun diatur secara tegas. Hal ini untuk menghindari adanya penyalahgunaan bubuk atau cairan bersenyawa sianida di masyarakat luas.

Seperti diketahui, seorang anak pengemudi ojek online di Yogyakarta tewas setelah memakan sate kiriman dari NA (25). NA berniat meracuni ayah korban lantaran memiliki dendam sakit hati.

"Saya kembali mendesak aturan peredaran sianida harus segera dibereskan. Harus tegas," kata Rahmad kepada wartawan, Selasa (4/5).

Menurut Rahmad, peredaran sianida harus jelas, kepada siapa diberikan dan diperlukan data identitas pembeli yang membeli senyawa berbahaya itu. Ia mengungkapkan sejatinya aturan ini telah tercantum dalam peraturan internasional soal peredaran senyawa berbahaya.

"Peredaran bahan berbahaya seperti sianida harus jelas dan clear siapa yang memberi, termasuk data pembeli. Kalau dari aturannya, identitas pembeli harus jelas, maksud dan tujuan, kadar yang dibeli, kandungan yang ingin digunakan," paparnya.

Tata kelola penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti sianida, menurut Rahmad, harus terintegrasi, sehingga peredarannya pun bisa terdeteksi. Untuk itu, pemerintah harus bergerak cepat mengambil langkah untuk mengawasi peredaran sianida secara holistik.

Ia menilai, pembuat kebijakan soal aturan peredaran sianida ini ada di beberapa instansi pemerintah. Maka, menurutnya juga perlu diperjelas instansi mana yang mengatur soal peredaran sianida ini, agar tidak saling lempar tanggung jawab.

"Sehingga potensi zat berbahaya nan mematikan ini tidak disalahgunakan untuk tindak kejahatan, bisa diminimalkan lah paling tidak," imbuh Politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Polisi menangkap NA (25) di rumahnya di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (30/4) lalu karena kasus sate beracun sianida. Racun sianida itu dibeli NA via online pada Maret lalu.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER