Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

29 April 2021|11:06 WIB

KPK Temukan Bukti Kasus Suap Di Kantor Dan Rumah Azis Syamsuddin

Penyidik KPK juga mengamankan bukti dokumen dan barang dari dua apartemen

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImagePenyidik KPK membawa sejumlah barang bukti seusai menggeledahan ruang kerja Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti saat menggeledah kantor dan rumah dinas Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, Rabu (28/4).

"Dalam proses penggeledahan, ditemukan dan diamankan bukti-bukti di antaranya berbagai dokumen dan barang yang terkait dengan perkara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bagian Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (29/4).

Selain kantor dan rumah dinas Azis Syamsuddin, penyidik KPK juga mengamankan bukti dokumen dan barang lain dari dua apartemen milik pihak-pihak terkait perkara dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara wali kota Tanjung Balai tahun 2020-2021.

KPK telah menetapkan Wali Kota Tanjungbalai, MS (M Syahrial), sebagai tersangka korupsi dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara wali kota Tanjung Balai tahun 2020-2021.

Selain MS, lembaga antikorupsi itu juga menetapkan SRP (Stepanus Robin Pattuju) selaku penyidik KPK dan MH (Maskur Husain) selaku pengacara, sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, SRP dan MH disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan MS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 UU Nomor 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Diketahui, nama Azis muncul dalam perkara tersebut. Pada Oktober 2020, SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas Aziz di Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan SRP dengan MS. Sebab, MS diduga memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai yang sedang dilakukan KPK.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER