Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

HUKUM

04 Mei 2021|10:29 WIB

KPK Tegaskan Pemberhentian Pegawai Sesuai Aturan

Penyidik senior Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai KPK masuk dalam daftar diberhentikan 1 Juni 2021

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImagePenyidik Novel Baswedan (kanan), Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo. Antarafoto

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya angkat bicara terkait pemberhentian seluruh kepala satuan tugas (kasatgas), termasuk Novel Baswedan. Pemecatan tersebut dinilai sudah sesuai aturan atau Undang-Undang (UU).

Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa menjelaskan, secara kelembagaan KPK tunduk kepada peraturan bahwa pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) merupakan amanat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

"Pada tanggal 27 April 2021 bertempat di Kementerian PANRB, KPK telah menerima hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari Badan Kepegawaian Negara," urai Cahya melalui keterangan persnya, Selasa (4/5).

Hasil tersebut itu, kata Cahya, merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen tes yang merupakan syarat pengalihan pegawai KPK menjadi ASN sebagaimana diatur melalui Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK.

"Kami menegaskan agar media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK," kata dia.

Berdasarkan informasi yang didapat, puluhan pegawai KPK tidak lolos tes wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN akan diberhentikan dengan hormat pada 1 Juni 2021.

Adapun, nama-nama pegawai KPK yang dikabarkan diberhentikan dari lembaga itu, antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kemudian, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko. Lalu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengaku telah mendapat informasi mengenai sejumlah nama pegawai lembaga antirasuah yang bakal diberhentikan tersebut. Ia menilai, ada upaya dari dalam untuk menyingkirkan orang-orang berintegritas di tubuh KPK lantaran diduga ada rencana salah satu pimpinan KPK yang hendak memecat pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan.

"Upaya untuk menyingkirkan orang-orang baik dan berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan," ujar Novel kepada wartawan, Senin (3/5) malam. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER