Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

13 Oktober 2021|15:51 WIB

KPK Jamin Pengawasan Internal Berjalan

Penanganan perkara diawasi secara berjenjang. Belum anggap serius info Azis Syamsuddin punya orang dalam KPK

Penulis: Herry Supriyatna,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageLogo KPK. Ist

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Juri Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bagian Penindakan, Ali Fikri menyatakan, penanganan perkara di KPK berlapis dan ketat. Melibatkan banyak personel dari berbagai tim lintas satgas maupun unit, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan.

Kata Ali, sistem tersebut membuat orang per orang tidak memungkinkan bisa mengatur sebuah perkara. Dalam satu tim mustahil dapat mengatur perkara agar tidak berlanjut, terlebih sampai pada tingkat direktorat, kedeputian, bahkan sampai pimpinan.

"Kontrol perkara dipastikan secara berjenjang dari satgas, direktorat, kemudian kedeputian penindakan sampai dengan lima pimpinan secara kolektif kolegial," papar Ali dalam pernyataan resminya kepada media, Rabu (13/10).

Pernyataan Ali di atas terkait fakta persidangan kasus korupsi di Kota Tanjungbalai dengan beberapa terdakwa, di antaranya Stepanus Robin Pattuju. 

Pengakuan terdakwa Yusmada selaku Sekda Tanjungbalai dalam persidangan Stepanus Robin Pattuju yang merupakan mantan penyidik KPK, jadi pintu masuk terbongkarnya dugaan Mantan Wakil Anggota DPR Azis Syamsuddin memiliki delapan orang dalam di lembaga antikorupsi.

Menurut Ali, setiap fakta persidangan menjadi informasi penting untuk didalami lebih lanjut. KPK akan memanggil para saksi lain untuk mengonfirmasi keterangan tersebut pada persidangan berikutnya.

Sejauh ini, fakta tersebut masih bersifat testimonium de auditu yaitu kesaksian atau keterangan karena mendengar dari orang lain.

Dalam perkara ini SRP diduga memanfaatkan jabatannya selaku penyidik KPK. Karena faktanya Stepanus bukan satgas yang menangani perkara tersebut. Namun karena pihak lain percaya bahwa Stepanus bisa membantu amankan perkara di KPK maka terjadilah dugaan transaksi yang dimaksud. 

Fakta lain yang masyarakat perlu ketahui ialah, seluruh perkara yang diklaim dapat diurus Stepanus, sampai saat ini masih berproses penanganannya. "Alias tidak ada penghentian penanganan seperti yang disampaikan Stepanus dijanjikan kepada pihak-pihak tertentu," imbuh dia.

KPK, lanjut Ali, tak bosan meminta masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati. Penipuan dan pemerasan dengan modus untuk mengurus perkara di KPK marak terjadi. Bagi masyarakat yang menjadi korban pemerasan oknum pegawai KPK atau pihak lain yang mengaku sebagai pegawai KPK, segera laporkan kepada lembaga antikorupsi ataupun aparat penegak hukum lainnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA