Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|11:24 WIB

KONI Sebut Pembinaan Olah Raga Merata

Tak ada daerah dominasi cabang olah raga di PON XX Papua

Oleh: Leo Wisnu Susapto

ImageAtlet lompat tinggi putri Jawa Barat Ika Puspa Dewi saat final di PON XX Papua. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

JAYAPURA – Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menyebutkan, pembangunan di sektor olahraga di seluruh daerah mulai merata dan dibuktikan dengan persaingan yang tanpa ada satu daerah mendominasi pada laga Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

“Benar bahwa PON ini diundur satu tahun sehingga harus ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh para pelatih terkait dengan peak performance dari masing-masing atletnya. Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan oleh masing-masing provinsi itu terlihat di sini,” papar Marciano dalam keterangan resmi di Jayapura, Kamis (14/10).

Marciano-pun mengapresiasi pengurus-pengurus cabang olahraga di daerah termasuk pelatih dan pihak terkait yang mampu mempersiapkan atlet-atletnya dalam mengikuti setiap ajang, padahal suasana masih di tengah pandemi covid-19 bukan hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.

“Tadinya mereka diprogram untuk tampil pada bulan Oktober 2020. Tetapi diundur satu tahun. Saya rasa pelatih sudah sangat paham itu, mereka membuatkan penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan dan atlitnya sekarang bisa berprestasi dengan baik,” imbuh Marciano.

Salah satu indikator keberhasilan dari segi prestasi, kata Marciano adalah terciptanya rekor PON, Nasional bahkan dunia. Total ada 60 rekor baru terdiri dari 3 rekor dunia, 19 nasional dan 38 rekor PON.

Rekor dunia junior tercipta di cabang olahraga angkat besi. Rekor nasional tercipta di beberapa cabang antara lain atletik, angkat besi dan renang. Sementara, rekor PON terjadi di cabang olahraga atletik, angkat besi, selam, dan renang.

Terkait penanganan covid-19, Ketua Umum KONI Pusat pun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mampu menangani dengan cepat dan sigap. Kondisi dunia termasuk Indonesia yang masih dalam kungkungan pandemi, penyebaran virus adalah sesuatu yang tak bisa dihindari.

Namun yang paling panting adalah bagaimana semua sektor bergerak sigap melakukan penanganan. Apalagi Presiden telah memerintahkan tidak ada kata lengah terhadap covid-19.

“Sehingga pada saat mereka hadir menyaksikan pertandingan itu di venue-venue yang telah ditentukan, pertama dia minimal sudah di vaksin sehingga juga potensi terpaparnya kepada atlet dan ofisial kita juga kecil," kata Marciano menegaskan.

Pada kesempatan ini Marciano kembali mengulang bahwa PON XX Papua adalah arena pemersatu bangsa. Tidak sedikit yang meragukan terselenggaranya ajang ini berlangsung dengan aman dan lancar.

Mantan Kepala BIN ini juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Panglima Kodam (Pangdam) Cenderawasih, dan semua pihak terkait, termasuk tokoh-tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah kerja sama yang terjalin sangat baik dan kondisi yang tercipta juga relatif sangat baik. Masyarakat Papua sangat ramah yang menunjukkan PON Papua ini bukan hanya harga dirinya orang Papua, tapi juga harga dirinya bangsa Indonesia,” pungkas Marciano.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA