Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

12 Oktober 2021|19:32 WIB

Komnas HAM Kembali Temui Korban Pelecehan Seksual Di KPI

Kuasa hukum MS berharap KPI memberikan dukungan atas kasus yang tengah dijalaninya

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageIlustrasi korban pelecehan seksual. Shutterstock/dok

JAKARTA – Anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsari mengungkapkan, pihaknya kembali meminta keterangan dari pegawai korban perundungan dan pelecehan seksual di KPI, MS untuk menggali fakta terbaru.

Pada pemeriksaan ini pihaknya akan menggali sejumlah informasi yang baru ditemukan. Fakta dan bukti baru tersebut akan dikumpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan juga hasil pemeriksaan psikologis yang sudah dijalani oleh MS.

Seperti yang diketahui, MS telah menjalani proses pemeriksaan psikologis di RS Kramat Jati sejak beberapa minggu lalu. Hasil pemeriksaan psikologi tersebut membuktikan bahwa MS mengalami depresi, paranoid, stres, trauma, tingkat kecemasan dan ketakutan berkali-kali lipat di atas rata-rata orang umum yang disebabkan oleh peristiwa perundungan dan pelecehan seksual yang diterima MS.

“Hari ini kami sudah mengirimkan dua pegawai untuk menemui MS dan keluarga untuk mengumpulkan fakta dan bukti tambahan untuk menegakkan proses hukum dalam kasus ini,” ungkap Beka kepada Validnews, Selasa (12/10).

Beka menambahkan, dalam pertemuan itu Komnas HAM juga mengumpulkan informasi soal proses hukum yang telah dijalani oleh MS sejak kasusnya mencuat. 

Komnas HAM juga melakukan konfirmasi beberapa hal terkait keterangan yang sudah diberikan oleh pihak KPI dan kepolisian dalam menangani kasus perundungan dan pelecehan seksual yang dialami oleh MS.

“Sebelumnya kan kami sudah meminta keterangan dari KPI dan Kepolisian, sekarang kami ingin konfirmasi ke MS,” tambah Beka.

Sementara itu, kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin mengatakan, pihaknya berharap KPI memberikan dukungan kepada MS dan keluarga atas kasus yang tengah dijalaninya. 

Ia juga meminta agar KPI bersedia bekerja sama dengan Komnas HAM untuk membentuk tim investigasi independen untuk dapat mencari fakta baru dan memberikan keadilan kepada MS.

Pembentukan tim ini dinilai sangat penting karena banyak pihak yang menilai KPI tidak memakai pendekatan hak asasi manusia dalam penyelesaian kasus yang menimpa MS. Komnas HAM berharap hak-hak MS sebagai korban dapat terpenuhi serta mendapatkan perlindungan dan keadilan.

“Kami inginnya memang KPI bisa bekerja sama dengan Komnas HAM membentuk tim independen untuk membongkar kasus ini,” kata Mualimin.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA