Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

30 April 2021|19:24 WIB

Komnas HAM Harap Konflik di Papua Segera Selesai

Komnas HAM Ingatkan hindari jatuhnya korban. Yakin, masih ada cara lain

Penulis: Leo Wisnu Susapto,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi teroris. Shutterstock/dok

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengingatkan, konflik yang masih terus terjadi di Tanah Papua harus bisa diselesaikan sesegera mungkin. Diingatkan pula, paling utama ialah mencegah jatuhnya korban anak bangsa.

"Dalam konteks kemanusiaan, kita perlu mencegah jatuhnya korban jiwa," kata Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (30/4) seperti dikutip dari Antara.

Sebab, ujar dia, selama ini sudah cukup banyak korban jiwa berjatuhan. Baik dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) maupun pihak aparat keamanan hingga masyarakat sipil.

Setelah penetapan KKB sebagai teroris oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, berbagai kemungkinan buruk bisa saja terjadi misalnya gejolak hingga eskalasi kekerasan di tanah Papua.

"Itu bisa saja terjadi," kata Ketua konsultan dan peneliti Papua Resource Center YLBHI Jakarta 2015 hingga 2017 tersebut.

Amiruddin mengkhawatirkan kelompok tersebut merasa terpojok atau dipojokkan. Apalagi, apa yang disampaikan Gubernur Papua setelah penetapan label KKB sebagai teroris bisa saja orang tambah kecewa.

Pada satu sisi, ia juga mengaku kecewa atas pelabelan KKB sebagai teroris oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Sebab, masih ada cara lain yang bisa ditempuh untuk menyelesaikannya.

"Tapi sudah ditetapkan ya mau apa lagi, tinggal kita lihat saja nanti," ujar aktivis HAM kelahiran Pariaman 6 Februari 1970 tersebut.

Terakhir, dalam waktu dekat Komnas HAM berencana menemui Menko Polhukam untuk membicarakan antisipasi ke depan setelah Pemerintah menetapkan KKB sebagai teroris.

"Sekali lagi saya hanya ingin menyampaikan dalam rangka kemanusiaan kita perlu mencegah jatuhnya korban sesama anak bangsa," ulang Amiruddin.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA