Selamat

Kamis, 20 Januari 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

26 November 2021

19:25 WIB

Kominfo Pastikan Pembangunan 7.904 BTS Di Wilayah 3T Tuntas 2022

Pembangunan BTS dilakukan di lokasi-lokasi blank spot daerah khusus 3T

Editor: Faisal Rachman

Kominfo Pastikan Pembangunan 7.904 BTS Di Wilayah 3T Tuntas 2022
Ilustrasi. Seorang teknisi melakukan perawatan jaringan pada Base Transceiver Station (BTS). dok. Antara Foto

BADUNG  - Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan, seluruh pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah terdepan, tertinggal, terpencil (3T) tuntas tepat waktu pada 2022. Hal tersebut diungkapkan   Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam acara penandatanganan Pinjam Pakai Lahan BTS dengan 16 kabupaten Provinsi NTT di Bali, Jumat (26/11). 

"Ya harus selesai (tahun 2022), pembangunan itu berbasis tahun anggaran, mulai dari pengadaan alat, kirim ke daerah, apakah itu menaranya, elektronik komponennya, semua dikirim ke daerah untuk pembangunan konstruksi. Tapi perlu juga dipasang infrastruktur aktif bersama operator selular," kata Jhonny G. Plate saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Ia mengatakan, jumlah BTS yang akan dibangun di daerah 3T sebanyak 7.904 menara di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini akan diselesaikan sebanyak 4.200 titik dan tahun 2022 sebanyak 3.704 titik.

Sedangkan untuk wilayah 3T di NTT sebanyak 421 lokasi. Untuk tahun 2021 pembangunan 405 lokasi dan tahun 2022 16 lokasi.

"Kondisi NTT, dari 20 kabupaten dan kota, itu yang di permukaan, juga ada di dasar laut, pembangunan kabel optik. Juga ada di langit, harus mempersiapkan satelit. Jadi, tidak sederhana, begitu dibangun satu BTS seluruhnya selesai, tidak, semuanya bertahap," tuturnya. 

Ia mengatakan, pembangunan tersebut tidak terlepas dari beberapa tantangan terutama di masa pandemi covid-19. Program ini berjalan tidak mudah, saat covid-19, bencana alam, bahkan terjadi gangguan ketertiban keamanan.

Selain itu, tantangan lainnya saat covid-19 adalah pergerakan orang yang terbatas, termasuk suplai peralatan dan elektronik dari dalam dan luar negeri yang terhambat. Lalu bencana alam, banjir, longsor yang menyebabkan kabel putus, hingga gunung meletus dasar laut.

"Salah satu faktor krusial pengadaan lahan, ini penting kerja sama dengan Pemda. Karena memilih lahan ini bukan cuma hanya luas lahan, tapi titik koordinatnya dibangun di mana. Kalau ada lahan, tapi jauh dari pemukiman masyarakat tak ada gunanya," kata Jhonny.

Pembangunan BTS dalam program ini, juga harus dibangun di wilayah yang sudah tersedia aktivitas layanan pemerintahan dan masyarakat. Termasuk  rencana pembangunan layanan masyarakat, harus di dalam kawasan yang terkover sinyal 4G.


Teknisi melakukan perawatan kabel jaringan pada Base Transceiver Station (BTS) XL Axiata di wilayah lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2020). XL Axiata berusaha menjaga kualitas jaringan data hingga pelosok daerah seiring mening  

Blank Spot
Sementara itu, Direkur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Anang Latif menambahkan, pembangunan BTS dilakukan di lokasi-lokasi blank spot, daerah khusus 3T.

"Yang non-3T diberikan kepada operator selular, karena Kominfo berpandangan bahwa daerah ini secara ekonomi masih layak komersial. Sebanyak 3.435 (operator), tentunya beban ini diserahkan ke operator untuk berbagi, lah. Sebagain besar ada Telkomsel, Indosat dan XL," jelasnya

Sebelumnya, Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintahan BAKTI Kominfo mengatakan, di masa pandemi ini, seluruh masyarakat harus bisa beradaptasi terhadap transformasi digital. Namun menurutnya, ketersediaan jaringan telekomunikasi saja tidak akan memberikan nilai pada masyarakat jika tidak dimanfaatkan secara optimal.
 
"Tentunya jaringan telekomunikasi ini tidak akan memberikan nilai atau memberikan manfaat ketika pemanfaatannya juga tidak optimal. Ini yang jadi komitmen kami dari BAKTI Kominfo dengan melakukan beberapa inovasi melalui program ekosistem digital, solusi ekosistem, bagaimana agar pemanfaatan infrastruktur ini memberikan dampak di masyarakat," paparnya.
 
Oleh sebab itu, Danny mengatakan bahwa seluruh masyarakat harus dapat beradaptasi dengan transformasi digital. Khususnya bagi para pelaku UMKM yang berada di wilayah 3T agar dapat memanfaatkan teknologi untuk mendorong Indonesia menjadi lebih maju.
 
"Dengan pandemi ini mungkin tidak kita sadari bahwa yang selama ini menjadi kendala terkait dengan adopsi teknologi. Ini sekarang kita mau tidak mau harus mengikuti dan harus beradaptasi terhadap perubahan, terhadap transformasi digital," kata Danny.
 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER