Selamat

Sabtu, 23 Oktober 2021

13 Oktober 2021|16:41 WIB

KLHK: Luas Lahan Mangrove 2021 Bertambah

Bertambah menjadi 3,36 juta hektare

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageLokasi ekowisata mangrove. ANTARA

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memutakhirkan data sebaran mangrove Indonesia melalui Peta Mangrove Nasional tahun 2021.

Data terbaru dalam Peta Mangrove Nasional menunjukkan bahwa luas lahan mangrove di Indonesia pada 2021 seluas 3.364.080 hektare (ha). Sebelumnya, luas lahan mangrove pada Peta Mangrove Nasional tahun 2013–2019 sebesar 3.311.207 ha.

"Ada kenaikan luasan mangrove eksisting seluas 52.873 ha," kata Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) KLHK, Helmi Basalamah dalam acara Peluncuran Peta Mangrove Nasonal yang disaksikan secara virtual, Rabu (13/11).

Helmi memaparkan, luas lahan mangrove mangrove sebesar 3,36 juta ha terdiri dari mangrove lebat (tutupan lahan 70–90%) seluas 3,1 juta ha, mangrove sedang (tutupan lahan 30%-70%) seluas 188 ribu ha, dan mangrove jarang (tutupan lahan 0-30%) seluas 54 ribu hektare.

Adapun total potensi habitat mangrove seluas 756 ribu ha. Luasan ini, sambung Helmi, merupakan lahan yang secara karakteristik sesuai dengan habitat mangrove, namun kondisinya tidak terdapat vegetasi mangrove.

Luasan potensi habitat mangrove ini terdiri dari tambak seluas 631.802 ha, tanah timbul seluas 56 ribu ha, lahan terbuka seluas 55 ribu ha, mangrove terabrasi sekitar 8 ribu ha, dan area abrasi seluas 4 ribu ha.

Helmi mengatakan, KLHK ditetapkan sebagai wali data informasi geospasial tematik berdasarkan SK Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 38 tahun 2021 tentang Wali Data Informasi Geospasial Tematik.

Helmi berharap, Peta Mangrove Nasional 2021 dapat menjadi baseline baru terkait kondisi mangrove terkini yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan ekosistem mangrove.

"Kami berharap ke depan peta mangrove nasional dapat diperbaiki setiap tahun dan dimutakhirkan," ujar Helmi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi peluncuran pemutakhiran data luasan mangrove di Indonesia. Hal ini menjadi penting, sebab peta sebaran mangrove dapat digunakan untuk menentukan langkah-langkah rehabilitasi, konservasi serta pemulihan yang lebih jelas ke depannya.

Luhut pun meminta BRGM untuk mempercepat upaya rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu ha hingga 2024. Menurut dia, pengelolaan ekosistem mangrove perlu dilakukan secara terintegrasi dengan perencanaan yang baik, mulai dari strategi pengelolaan mangrove, pendanaan hingga kelembagaannya agar target ini dapat tercapai.

"Kami berharap upaya rehabilitasi, konservasi, pemulihan serta pengawasan harus dipercepat agar target rehabilitasi 600 ribu ha hingga tahun 2024," kata Luhut.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA