Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

14 Oktober 2021|10:09 WIB

Ketum NU Mesti Libas Intoleransi Dan Radikal

Figur ketua umum PB NU terpilih sesuai zamannya

Oleh: Leo Wisnu Susapto

ImageSeorang ibu melintas di depan mural keragaman dan toleransi. ANTARA

KEDIRI – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menginginkan, sosok yang terpilih sebagai Ketua Umum PB NU mendatang tetap mempunyai figur sebagai seorang pemimpin yang berani melawan intoleransi dan radikal.

"Kalau masih banyak aliran intoleransi radikal, memaksakan kehendak, harus ada ketua NU yang penuh untuk NKRI berani korbankan apapun," kata Marzuki Mustamar setelah pelantikan jajaran pengurus baru PC NU Kediri masa kidmat 2021-2026 di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (13/10) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengakui secara kelembagaan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur memutuskan mendukung Kiai Haji Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya sebagai calon ketua umum Pengurus Besar NU periode 2021-2026 dalam Muktamar ke-34 di Lampung pada 23 - 25 Desember 2021.

Ia mengatakan, secara umum di NU ingin selamat, yakni akidahnya selamat, lembaga selamat tidak diambil orang. Ibadah juga tetap rajin, anak-anaknya selamat tidak kurang ajar, negara selamat tidak kena sistem yang ingin merebut NKRI dan Pancasila.

Menurut dia, selama ini figur ketua umum PB NU terpilih sesuai dengan zamannya. Hal ini juga tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang memilihkan sosok ketua sesuai dengan zaman.

Mulai era kepemimpinan almarhum KH Abdurrahman Wahid yang pada saat itu mulai masuk aliran bermacam-macam dari internasional ke Indonesia. Kemudian, banyak didirikan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama era kepemimpinan almarhum KH Hasyim Muzadi. 

Hingga muncul aliran trans nasional dari ideologi asing yang seolah dipaksakan di Indonesia, di antaranya Wahabi, yang pada era kepemimpinan KH Said Aqil Siradj secara kuat melawan ideologi itu. 

Untuk ke depan, ia tidak tahu tantangannya seperti apa, namun jika masih banyak aliran-aliran intoleransi dan radikal di Indonesia memang dibutuhkan figur yang kuat melawan ideologi tersebut.

Sementara itu, Ketua PC NU Kabupaten Kediri, KH Muhammad Ma'mun Mahfud, yang juga hadir dalam pelantikan pengurus baru PC NU Kediri yakin figur yang terpilih akan tepat pada waktunya sesuai dengan tantangannya.

"Ke depan tidak tahu, tapi hari ini kan radikalisme dan orang-orang yang ingin mendongkel NKRI. Kuat tidak tapi 'ngeyel' (keras kepala)," kata Gus Ma'mun, sapaan akrabnya.

Ia juga menambahkan hingga kini belum ada pertemuan membahas calon-calon di Muktamar 2021. Namun, dari berbagai isu yang berkembang saat ini sudah santer nama-nama yang diunggulkan.

Kendati dari PW NU Jawa Timur sudah memberikan dukungan untuk Gus Yahya sebagai calon ketua umum PB NU, dari PC NU Kabupaten Kediri juga belum membahas secara resmi.

"Ini masih pengumpulan data dari kami. Bahwa kemudian ada edaran dari PW NU Jawa Timur yang sudah mendukung nama, belum disosialisasikan ke kami," kata dia.

PBNU akan menggelar Muktamar ke-34 di Lampung yang akan berlangsung pada 23–25 Desember 2021. Rencananya lokasi Muktamar NU digelar di Lampung secara daring dan luring.

Rencana pemilihan Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulamadi Muktamar 2021 tersebut akan dilakukan dengan metode satu orang satu suara oleh para pemilik suara.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER