Selamat

Senin, 17 Mei 2021

KESRA

05 Mei 2021|10:08 WIB

Kemenag Akan Pantau Pelaksanaan Prokes Di Masjid

Baru-baru ini muncul klaster penularan covid-19 di masjid Banyumas

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageSeorang jemaah beriktikaf dengan membaca Al Quran di Masjid Shanke Adem, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Selasa (4/5/2021). ANTARA FOTO/Jojon/aww

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melalui jajarannya di kewilayahan akan memantau secara langsung perihal penerapan protokol kesehatan (prokes) di masjid-masjid. Hal ini seiring dengan munculnya klaster penularan covid-19 di Banyumas yang diduga berasal dari pelaksanaan Salat Tarawih.

"Kami dari Kemenag akan melakukan pemantauan di lapangan. Mudah-mudahan ini (kasus di Banyumas, red) menjadi perhatian kita semua," ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi di Jakarta, Selasa (4/5), seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, Kementerian Agama meminta agar pengurus masjid memiliki petugas yang memantau penerapan protokol kesehatan, seiring dengan dilonggarkannya kegiatan di masjid dalam masa pandemi dengan kapasitas 50%.

Kendati demikian, pelonggaran itu hanya berlaku di wilayah berzona hijau dan kuning. Sementara, zona merah dan oranye dilarang melakukan kegiatan ibadah Ramadan di masjid yang mengundang massa.

Perihal klaster di Banyumas, ia masih menunggu laporan dari kantor wilayah setempat. Dari itu akan diketahui apakah penerapan protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik atau tidak, atau mungkin DKM (Dewan Kesejahteraan Masjid) belum membentuk petugas pemantau protokol kesehatan.

"Atau bagaimana petugas yang ditugasi protokol kesehatan itu ada atau tidak? Dan tentunya, pihak pemerintah daerah harus memberikan pengawasan juga," kata dia.

Ia menegaskan kepada semua pihak agar patuh terhadap seluruh kebijakan dari pemerintah demi mengakhiri pandemi covid-19. Apabila tak ada kesadaran bersama untuk mengakhirinya, pandemi tak akan pernah tuntas.

"Kita sudah memberikan panduan dan itu sudah secara tegas meminta setiap pengurus masjid, DKM-nya, menyiapkan tenaga secara khusus ditugasi penerapan prokes di rumah ibadah tersebut. Dan itu kita tekankan terus-menerus," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar meminta kepada pengurus masjid agar responsif dalam mengambil keputusan, terutama soal membuka atau menutup kegiatan ibadah Ramadan apabila di wilayahnya darurat covid-19.

"Misalkan, di suatu masjid atau musala diketahui terjadi penularan covid-19 sampai angka yang mengkhawatirkan, maka harus ada keputusan yang cepat dan tegas dari pengurus masjid," kata Fuad.

Menurut dia, Kementerian Agama telah menerbitkan surat panduan beribadah selama masa pandemi covid-19 yang menguraikan kelonggaran menjalani ibadah Ramadan. Panduan tersebut mesti diikuti semua agar pandemi segera berakhir.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER