Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

HUKUM

03 Mei 2021|08:00 WIB

Kejati Jakarta Desak Polda Metro Buru DPO Mafia Tanah

Bareskrim bantu peyidik Polda Metro Jaya tuntaskan kasus mafia tanah di Cakung

Penulis: James Fernando Simanulang,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi penangkapan buronan. Pixabay

JAKARTA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta desak penyidik Polda Metro Jaya untuk memburu Benny Simon Tabalujan, tersangka kasus pemalsuan sertifikat tanah di Cakung, Jakarta Timur. Penyidik Polda Metro Jaya telah memasukan nama Benny Tabalujan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Penyidik harus mencari DPO, karena dua orang sudah diproses. Pasti kita serius menangani semua perkara. Itu (Benny Tabalujan.red) bukan buronan Kejaksaan, tapi buronan polisi,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Ashari Syam, kepada wartawan, Minggu (2/4).

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan beberapa tersangka pada kasus ini. Selain Benny Tabalujan, penyidik juga menetapkan Achmad Djufri dan Paryoto sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Perkara Achmad Djufri dan Paryoto telah bergulir di Pengadilan Jakarta Timur. Bahkan, perkara Paryoto telah berkekuatan hukum tetap dan dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung.

Terkait putusan kasasi Mahkamah Agung yang menghukum bersalah Paryoto, kejaksaan akan segera melakukan eksekusi setelah menerima salinan putusan tersebut.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Andi Rian Djajadi mengatakan, telah memasukan perkara sengketa tanah di Cakung, Jakarta Timur itu menjadi salah satu kasus prioritas dalam program yang dicanangkan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.  Apalagi, saat ini masih ada satu tersangka Benny Tabalujan yang masuk dalam DPO.

“Kasus ini termasuk target kami,” kata Andi.

Andi menyebutkan, Satuan Tugas Anti Mafia Tanah dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) disepakati ada 89 yang menjadi target untuk dituntaskan pada tahun 2021.

Dari 89 kasus tersebut, kata Andi, ada 37 kasus yang menjadi target program 100 hari Kapolri dan 52 kasus menjadi target non program 100 hari Kapolri. Dia memastikan, kasus Benny Tabalujan menjadi salah satu yang masuk prioritas tersebut. 

Satgas Anti Mafia Tanah Bareskrim, lanjut dia, akan membantu Subdit Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus Benny Tabalujan. Berdasarkan hasil penelusuran polisi, saat ini, Benny Tabalujan diduga berada di luar negeri.

Namun, Bareskrim akan menangani dengan pola penanganan tersendiri. Hanya saja, Andi tidak menjelaskan secara detail mengenai hal tersebut.

“Perspektif yang berbeda dari Bareskrim,” jelas Andi.

Sebagai informasi, Kasus ini bermula ketika pelapor Abdul Halim hendak melakukan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di BPN Jakarta Timur. Saat itu, Abdul Halim terkejut karena pihak BPN mengatakan ada 38 sertifikat di atas tanah milik, Abdul Halim dengan nama PT Salve Veritate yang diketahui milik Benny Tabalujan dan rekannya, Achmad Djufri.

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya juga sudah menetapkan Benny Tabalujan sebagai tersangka. Benny dimasukkan DPO karena selalu mangkir dari panggilan penyidik.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER