Selamat

Rabu, 22 September 2021

14 September 2021|08:43 WIB

Kejagung Sita 2 BMW Teddy Tjokrosaputro

Tersangka sudah ditahan. Diduga merugikan negara terkait investasi PT Asabri (Persero)

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi korupsi. Ist

JAKARTA – Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung, Supardi mengatakan, tim penyidik menyita dua mobil BMW 520i milik Teddy Tjokrosaputro, tersangka korupsi pengelolaan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Asabri (Persero). Teddy adalah adik dari tersangka lain dalam perkara sama, Benny Tjokrosaputro.

Selain menyita dua mobil tipe BMW 520i tahun produksi 2018 dan 2019, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dari kediaman Teddy. 

“Tim penyidik sebelumnya menggeledah kediaman Teddy Tjokrosaputro, di rumah milik Jimmy Tjokrosaputro, dan PT RIMO International Lestari Tbk,” tutur Supardi di Kejaksaan Agung, Senin (13/9) malam.

Namun, penggeledahan perusahaan milik Teddy itu gagal karena telah berpindah alamat. Karena itu, penyidik akan mencari alamat perusahaan tersebut lalu membuat surat penggeledahan.

Supardi menyebutkan, penyitaan aset itu untuk menambah pembayaran kerugian pengganti kerugian negara. Supardi sempat mengemukakan saat ini aset sitaan para tersangka itu masih berada di kisaran Rp 14 triliun. Sementara kerugian negara Rp22,78 triliun.

Teddy Tjokrosaputro merupakan tersangka baru dalam kasus korupsi perusahaan pelat merah tersebut. 

Dia diduga telah turut serta melakukan perbuatan tindak pidana korupsi (Tipikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengelolaan keuangan dan investasi PT Asabri pada beberapa perusahaan periode tahun 2012- 2019.

Penetapan Teddy sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus No.Print-14/F.2/Fd.2/08/2021 tanggal 26 Agustus 2021 dan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-26/F.2/Fd.2/08/2021 tanggal 26 Agustus 2021. Sejak 26 Agustus 2021, penyidik menahan Teddy di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Selain Teddy, penyidik lebih dulu menetapkan status tersangka pada Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat. Lalu, dua mantan Direktur Utama ASABRI sebagai tersangka yakni Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.  

Kemudian, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setianto, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar. Terakhir, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER