Selamat

Rabu, 12 Mei 2021

HUKUM

01 Mei 2021|17:36 WIB

Kejagung Diminta Telisik Dugaan Tindak Pidana Sesjamdatun

Pemecatan hanya sanksi pelanggaran etik. Dugaan pelanggaran pidana jangan dibiarkan

Penulis: James Fernando Simanulang,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi pelanggaran pidana. Freepik

JAKARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonsia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung untuk mencari unsur dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Sekretaris Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Urusuan Negara (Sesjamdatun), Chaerul Amir. Di mana, Chaerul Dia dipecat karena diduga terlibat sebagai mafia kasus di lingkungan Kejaksaan Agung.

Hal itu dikatakan oleh, Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada Validnews, Sabtu (1/5). Menurut dia, Kejaksaan Agung, tak boleh hanya berhenti pada sanksi etik saja. Makanya, penyidik Kejaksaan Agung harus mencari dugaan tindak pidana tersebut.

"Itu harus dikerjakan oleh penyidik. Mereka harus bekerja keras untuk mencari dugaan tindak pidana itu. Bagimana pun yang bersangkutan salah satu pimpinan di kejaksaan makanya harus diusut," kata Boyamin.

Sementara itu, Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak), Barita LH Simanjunyak mengatakan, langkah pencopotan jabatan Cherul merupakan tindakan tepat. Diyakini, hal itu bisa mengembalikan kepercayaan publik ke Korps Adhyaksa.

"Terima kasih juga kepada Jaksa Agung atas sikap tegas dan konsisten sebagaimana selama ini telah dilaksanakan sehingga public trust terhadap Korps Adhyaksa tetap terjaga," kata Barita. 

Barita menilai, kerja penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan juga perlu diapresiasi. Kesimpulan penyidik dalam kasus ini merupakan bentuk penegakkan disipil dan kode etik untuk memberikan konfiramasi kepada publik bahwa penegakan hukum oleh Kejagung berjalan konsisten.

Kendati demikian, Barita mengimbau, Kejaksaan Agung mengevaluasi sistem guna meningkatkan kualitas kinerjanya. Hal itu untuk mewujudkan komitmen Jaksa Agung mengenai zero tolerance di lingkungan Kejaksaan terhadap pelanggar dapat terwujud.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak bilang, Chaerul dicopot dari jabatannya usai bidang pengawasan Kejaksaan Agung Merampungkan hasil inspeksi.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspeksi kasus bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, Chaerul Amri terbukti melakukan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil (PNS). Jaksa pemeriksa menilai, Chaerul Amri terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang. 

“Ini hasil keputusan jaksa pemeriksa terkait penyalahgunaan wewenang,” kata Leonard.

LHP itu, lanjut Leonard,  menjadi pertimbangan diterbitkannya Keputusan Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor:KEP-IV-27/B/WJA/04/2021 tanggal 27 April 2021 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin (PHD) Tingkat Berat berupa pembebasan dari Jabatan Struktural terhadap pejabat ini.

Diketahui, pemecatan ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi LP No 1671/III/YAN 2.5/2021/ SPKT PMJ Tanggal 26 Maret 2021 dengan nama terlapor Natalia Rusli dan Chaerul Amir sebagai. Keduanya, diduga melanggar Pasal 378 KUHP.  Laporan itu dibuat oleh LQ Indonesia Lawfirm.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER