Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|15:11 WIB

Kapolri Sebut Sepanjang 2021, Ada 800 Titik Api

Tersebar di ratusan hektare di Indonesia. Pencegahan dan penanganan cepat terus ditingkatkan

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi karhutla. ANTARAFOTO/Bayu Pratama S

JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, jajaran Polri mencatat sejak awal 2021 ada 800 titik api tersebar di lahan seluas 105.791 hektare (ha).

Hingga 2021, Kata Sigit, berdasarkan data keseluruhan yang diperolehnya, pihaknya menangani sebanyak 126 kasus karhutla. Dari ratusan kasus itu, polisi menetapkan sebanyak 129 orang tersangka. Sementara, total lahan yang terbakar mencapai 634.000 ha.  

“Untuk memberikan efek jera, juga sudah mengambil langkah membentuk satuan tugas penegakan hukum karhutla. Melakukan asistensi dan supervisi di wilayah, koordinasi memperkuat penegakan hukum dengan kementerian Lingkungan Hidup,” kata Kapolri, dalam sambutannya pada peluncuran Aplikasi Sistem Analisa Pencegahan (ASAP), Rabu (15/9).

Kapolri sebut, untuk mengatasi karhutla, Polri sudah memasang CCTV di 10 Polda rawan Karhutla. Pada Desember 2021, kamera pengawas itu akan ditambah 40 titik di wilayah Polda Kepulauan Riau, Polda Sulawesi Utara dan Polda Papua.

Sigit merincikan, CCTV yang saat ini sudah terpasang berada di Polda Aceh satu unit. Lalu, satu unit di Polda Sumatra Utara. Kemudian, satu unit di Polda Riau. Lalu, di Polda Jambi ada 15 kamera.

Selanjutnya, lima kamera di Polda Sumatra Selatan. Lalu, satu kamera di Polda Kalimantan Selatan. Selain itu, satu kamera di Polda Kalimantan Tengah. Kemudian, satu kamera di Polda Kalimantan Barat. Satu kamera di Kalimantan Timur. Terakhir, satu unit kamera di Polda Kalimantan Utara.

CCTV tersebut memiliki kemampuan memantau jangkauan empat kilometer (km) dan radius delapan km dengan luas 5.026 ha dan kemampuan memperbesar gambar (zoom) 40x.

"Jadi, CCTV ini dapat mendeteksi data titik api yang update setiap lima menit dengan menyesuaikan data update satelit Lapan," tambah Sigit.

Kapolri menyebut, aplikasi ASAP untuk pengawasan dan pencegahan serta penanggulangan karhutla secara real time.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi Polri karena meluncurkan sistem analisis digital berkaitan peristiwa karhutla. 

Siti menyebutkan, peluncuran ASAP itu membuktikan penanganan kasus karhutla dikerjakan secara serius. Karhutla merupakan penyumbang emisi karbon paling besar untuk kerusakan atmosfer akibat perubahan iklim.

“Ini contoh, kira-kira karbonya itu ada 900 juta, yang merusak 468 juta itu berasal dari karhutla. Jadi 50% lebih karena itu harus ditangani dengan baik,” tutur Siti.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER